TAKDIR YANG PASTI


TAKDIR

JALAN yang LURUS (“TAKDIR yang PASTI Baik Bagi Allah”… Al An’am:161)… yang Berisi TAKDIR (qadar/ukuran) “BAIK” dan “BURUK” “menurut Kita”… (Al Hadiid:23, HR Tirmidzi) …. Semua SUDAH “tertulis” … sebelum diCIPTAkan Allah { Al Hadiid:22}

﴾ Al Fatihah:6 ﴿
Tunjukilah kami JALAN YANG LURUS,

Ref Khidir >> {exp: “perahu tiba-tiba berlubang dianggap Takdir BURUK” (nasib buruk) …. Padahal kalau Perahu TIDAK berlubang, Nelayan akan DIRAMPOK perahunya atau dibunuh perampok (jadi “nelayan tidak dirampok dan masih hidup” (takdir/nasib BAIK)}
………………………….

﴾ Al Hadiid:20 ﴿
Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan DUNIA ini hanyalah PERMAINAN dan suatu yang MELALAIKAN, perhiasan dan BERMEGAH-MEGAH antara kamu serta BERBANGGA-BANGGAAN tentang banyaknya HARTA dan ANAK, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
﴾ Al Hadiid:21 ﴿
Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) AMPUNAN dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
﴾ Al Hadiid:22 ﴿
TIADA SUATU BENCANAPUN yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah TERTULIS dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) SEBELUM Kami MENCIPTAKANNYA. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.
﴾ Al Hadiid:23 ﴿
(Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu JANGAN BERDUKA CITA terhadap apa yang LUPUT DARI KAMU, dan supaya kamu JANGAN TERLALU GEMBIRA terhadap APA YANG DIBERIKAN-NYA kepadamu. DAN ALLAH TIDAK MENYUKAI SETIAP ORANG YANG SOMBONG LAGI MEMBANGGAKAN DIRI,
﴾ Al Hadiid:24 ﴿
(yaitu) orang-orang yang kikir dan menyuruh manusia berbuat kikir. Dan barangsiapa yang berpaling (dari perintah-perintah Allah) maka sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji.

<<<<<<<<<<<<<<<<<>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>

*) TAKDIR (تقدير) yang berakar kata dari kata QADDARA (قدر، يقدر، تقديرا) yang berarti UKURAN terhadap sesuatu atau memberi kadar. Allah swt — mengetahui atau membuat ATURAN/ hukum pada makhluknya) ukuran-ukuran dan waktu-waktunya sejak azali— kemudian Dia swt mewujudkannya dengan KEKUASAAN DAN KEHENDAK-Nya.
*) IKHTIAR berasal dari bahasa Arab (إخْتِيَارٌ) yang berarti MENCARI HASIL YANG LEBIH BAIK. Ikhtiar adalah konsep Islam dalam cara berpikir dan mengatasi permasalahan.
*) Kata NASIB sendiri berasal dari bahasa arab yang berarti al hazzhu min kulli syai’in (bagian dari segala sesuatu) bentuk pluralnya adalah ANSHIBA dan anshibah. Nasib bisa diartikan dengan bagian yang diterima seseorang, baik itu berupa KESENANGAN MAUPUN KESUSAHAN, keuntungan maupun kerugian, kebaikan maupun keburukan.

إنا كل شىء خلقنه بقدر
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut UKURAN.” (Qs. Al-Qamar: 49)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لا يؤمن عبد حتى يؤمن بالقدر خبره وشره حتى بعلم أن ما أصابه لم يكن ليخطئه وأن ما أخطأه لم يكن ليصيبه
“Tidak beriman salah seorang dari kalian hingga dia beriman kepada QADAR BAIK dan BURUKnya dari Allah, dan hingga yakin bahwa apa yang menimpanya tidak akan luput darinya, serta apa yang luput darinya tidak akan menimpanya.” (Shahih, riwayat Tirmidzi )

Dan Shahabat ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma juga pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كل شيء بقدر حتى العجز والكيسز
“SEGALA SESUATU TELAH DITAKDIRKAN, sampai-sampai KELEMAHAN DAN KEPINTARAN.”
(Shahih, riwayat Muslim dalam Shahih-nya (IV/2045), Tirmidzi dalam Sunan-nya (IV/452), Ibnu Majah dalam Sunan-nya (I/32), dan al-Hakim dalam al-Mustadrak (I/23))

ref: Khidhr
﴾ Al An’am:161 ﴿
Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada “JALAN YANG LURUS”, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik”.

﴾ Yusuf:68 ﴿
Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintahkan ayah mereka, maka (cara yang mereka lakukan itu) tiadalah melepaskan mereka sedikitpun dari TAKDIR ALLAH, akan tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri Ya’qub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan, karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.

﴾ Ali Imran:154 ﴿
Kemudian setelah kamu berdukacita, Allah menurunkan kepada kamu keamanan (berupa) kantuk yang meliputi segolongan dari pada kamu, sedang segolongan lagi telah dicemaskan oleh diri mereka sendiri, mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: “Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?”. Katakanlah: “Sesungguhnya URUSAN ITU SELURUHNYA DI TANGAN ALLAH”. Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini”. Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah DITAKDIRKAN akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.

<<< Ref Khidir >>>>
﴾ Al Kahfi:65 ﴿
Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.
﴾ Al Kahfi:66 ﴿
Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
﴾ Al Kahfi:67 ﴿
Dia menjawab: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup sabar bersama aku.
﴾ Al Kahfi:68 ﴿
Dan bagaimana kamu dapat sabar atas sesuatu, yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu?”
﴾ Al Kahfi:69 ﴿
Musa berkata: “Insya Allah kamu akan mendapati aku sebagai orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu urusanpun”.
﴾ Al Kahfi:70 ﴿
Dia berkata: “Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku sendiri menerangkannya kepadamu”.
﴾ Al Kahfi:71 ﴿
Maka berjalanlah keduanya, hingga tatkala keduanya menaiki perahu lalu Khidhr melobanginya. Musa berkata: “Mengapa kamu melobangi perahu itu akibatnya kamu menenggelamkan penumpangnya?” Sesungguhnya kamu telah berbuat sesuatu kesalahan yang besar.
﴾ Al Kahfi:72 ﴿
Dia (Khidhr) berkata: “Bukankah aku telah berkata: “Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sabar bersama dengan aku”.
﴾ Al Kahfi:73 ﴿
Musa berkata: “Janganlah kamu menghukum aku karena kelupaanku dan janganlah kamu membebani aku dengan sesuatu kesulitan dalam urusanku”.
﴾ Al Kahfi:74 ﴿
Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: “Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar”.
﴾ Al Kahfi:75 ﴿
Khidhr berkata: “Bukankah sudah kukatakan kepadamu, bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat sabar bersamaku?”
﴾ Al Kahfi:76 ﴿
Musa berkata: “Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu sesudah (kali) ini, maka janganlah kamu memperbolehkan aku menyertaimu, sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur padaku”.
﴾ Al Kahfi:77 ﴿
Maka keduanya berjalan; hingga tatkala keduanya sampai kepada penduduk suatu negeri, mereka minta dijamu kepada penduduk negeri itu, tetapi penduduk negeri itu tidak mau menjamu mereka, kemudian keduanya mendapatkan dalam negeri itu dinding rumah yang hampir roboh, maka Khidhr menegakkan dinding itu. Musa berkata: “Jikalau kamu mau, niscaya kamu mengambil upah untuk itu”.
﴾ Al Kahfi:78 ﴿
Khidhr berkata: “Inilah perpisahan antara aku dengan kamu; kelak akan kuberitahukan kepadamu tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.
﴾ Al Kahfi:79 ﴿
Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.
﴾ Al Kahfi:80 ﴿
Dan adapun anak muda itu, maka keduanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran.
﴾ Al Kahfi:81 ﴿
Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya).
﴾ Al Kahfi:82 ﴿
Adapun dinding rumah adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s