“HANYA DARAH ANJING DAN NAJIS KOK !”


“HANYA DARAH ANJING DAN NAJIS KOK !”

Umar bin khatab berkata kepada Abu Jandal, “bersabarlah wahai Abu Jandal!, mereka adalah orang orang musyrik, darah mereka adalah darah anjing”.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلاَ يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِ هَذَا ، وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللهُ مِنْ فَضْلِهِ إِنْ شَاءَ ، إِنَّ اللهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ 28/ التوبة

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini, dan jika kamu khawatir menjadi miskin (tdk ada pemasukan dana akibat larangan), maka Allah nanti akan memberi kekayaan kepadamu dan karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (at-Tawbah; 9:28)

Dari yang difirmankan Allah swt pada surat 9:28 diatas tahulah kita bahwa orang musyrik itu juga tunaikan syariat nabi Ibrahim alaihi salam. (Islam sebelum Rasulullah saw) yaitu ibadah haji. Ibadah haji yang yang dikenal dimasa itu adalah haji bugil. Haji yang tentu syari’atnya sudah dioprek oprek ulama su’u masa sebelum Rasulullah saw. Bertelanjang bulat dalam melakukan ibadah haji, hanya waktunya dibedakan, kaum pria diwaktu siang, kaum wanitanya diwaktu malam. Masih lumayanlah tidak nyampur. Kalau nyampur, bisa dibayangkan itu tentu ibadah haji paling spektakuler dalam sejarah peradaban manusia.

Yang menjadi pertanyaan kita sekarang ini, siapakah kaum musyrik itu dan mengapa mereka yang sebelumnya terbiasa tunaikan “haji” malah kemudian dilarang Allah tunaikan haji, dilarang tunaikan sholat di masjidil Haram. Bukan sekedar larangan, tapi masih disertai pernyataan dari Allah swt bahwa mereka itu najis, Umar bin Khatab menyatakan bahwa darah orang musyrik berdarah anjing, suatu pernyataan hina dari Allah dan dari sahabat Rasulullah saw yang perlu kita kaji. Ada apa dengan musyrik, kenapa begitu dihinakan Allah. Pengetahuan tentang apa itu musyrik bagi kita, supaya tidak menciderai keimanan kita, sedangkan kita selama ini selalu merasa jadi orang beriman terus, tapi tak tau apa apa tentang kemusyrikan, padahal syirik telah pengaku muslim lakukan sejak zaman dia dan nenek moyang mereka, mak lampir lahir.

Dengan melihat fakta sejarah, kaum musyrik adalah kaum yang suka mencampur, menggabungkan ajaran yang datang dari Allah dengan ajaran karangan manusia. Mereka menyembah Allah (dalam haji) tapi menyembah patung latta uzza dalam sehari hari kehidupan mereka, itulah ciri khas orang orang yang dikatakan musyrik, tampak jelas kejahiliahannya, Allah pencipta alam semesta di sanding dengan patung buatan mereka dalam sembahan mereka. Seperti menggilir istri saja, hari ini untuk tuhan Allah, besok hari untuk “tuhan” latta uzza.

Di zaman kini pengaku muslim menganggap orang musyrik tinggal sejarah di masa Rasulullah saw saja. Tidak ada lagi orang musyrik setelah ummat berduyun duyun masuk Islam dimasa nabi. Pandangan orang pengaku muslim sekarang, siapa saja yang mengaku islam, asal telah sholat puasa zakat haji, maka dia selalu dianggap orang muslim. Apapun perbuatan syrik nyata nyata yang dilakukan pengaku muslim tsb, baik dalam bentuk syrik kubah (thd segala apa yang dikeramatkan), atau syrik qushur (kesetiaan pada uud thaghut, pembuatan hukum yg menyimpang dari Al Qur’an), tetap orang yang telah musyrik tsb di anggap muslim. Syrik yang masih dianggap syrik adalah syrik kubur, syrik kubah. Minta pada mayat ulama kubur, percaya batu dapat atasi hujan dll. Tapi syrik qushur mereka abaikan.

Effectnya semua ayat didalam Al Qur’an yang menyangkut kesyrikan tidak dianggap lagi oleh mereka. Khususnya syrik qushur. Firman Allah dianggap telah pensiun. Nahdatul Ulama, Muhammadiyah, FPI, partai partai berbau islam dan banyak lagi adalah kelompok yang tidak mengenal syrik qushur dalam aqidah mereka. Karena itu mereka bisa menjadi corong, terompet, atau kepanjangan tangan penguasa thaghut, kerja sama, kolaborasi menerapkan hukum hukum thaghut (orang orang KPK, tentara, polisi, jaksa, hakim, pembela dll) dinegara manapun mereka tinggal tanpa merasa bersalah. Dapat berangkulan, dapat bertoleransi ikut acara acara ibadah natal, dari president sampai pelayan pelayan mall. Dapat berdemocrazy dalam system thaghut tsb tanpa merasa telah murtad. Itulah paham murji’ah, kaum yang mengaku ngaku beriman tapi menolak dikatakan kafir syrik walau melakukan amal amal kafir seperti ber undang undang thaghut, menjalankan hukum hukum thaghut.

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ ءَامَنُوا۟ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَن يَتَحَاكَمُوٓا۟ إِلَى ٱلطَّٰغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوٓا۟ أَن يَكْفُرُوا۟ بِهِۦ وَيُرِيدُ ٱلشَّيْطَٰنُ أَن يُضِلَّهُمْ ضَلَٰلًۢا بَعِيدًا

” Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku ngaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (Q.S.4:60)

Inilah dilema pengaku islam di akhir zaman. Mereka telah mencampur adukan ajaran Allah dan ajaran thaghut dalam kehidupan mereka, sama seperti yang dilakukan kaum musyrikin dimasa Rasulullah saw. Keadaan sekarang sungguh mencengangkan, mereka yang seharusnya dilarang Allah untuk tunaikan haji sejak ayat 9:28 turun, malah jadi panitia haji, baik musyrik di Saudi Arabia atau musyrik di NKRI. Dilarang haji kok malah jadi panitia.

Sekarang perhatikanlah diri kalian, adakah kalian suka menjalankan syariat syariat kafir, melestarikan system kafir democrazyah, mempertahankan dengan jiwa raga kalian system kafir democrazyah, nasionalis kebangsaan yang bukan datang dari Allah dan RasulNya, dicampur aduk dengan amal sholat puasa zakat haji kalian, maka mencampur adukan itulah yang menyebabkan kalian dikatakan orang musyrik. Dan kalian secara islam tidak dipandang lagi sebagai orang muslim. Tapi kalian tidak merasa dalam kesesatan, sama persis dengan kaum musyrik yang tunaikan haji berbugil ria tanpa merasa bersalah dan malah merasa dalam beribadah. Ketahuilah siapakah kalian?, kalian adalah najis dan berdarah anjing saja kok.

كَيْفَ يَهْدِى ٱللَّهُ قَوْمًا كَفَرُوا۟ بَعْدَ إِيمَٰنِهِمْ وَشَهِدُوٓا۟ أَنَّ ٱلرَّسُولَ حَقٌّ وَجَآءَهُمُ ٱلْبَيِّنَٰتُ ۚ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ٦

“Bagaimana Allah akan menunjuki suatu kaum yang kafir sesudah mereka beriman, serta mereka telah mengakui bahwa Rasul itu (Muhammad) benar-benar rasul, dan keterangan-keteranganpun telah datang kepada mereka? Allah tidak menunjuki orang-orang yang zalim.” (Q.S.3:86)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s