KORUPSI


CORRUPTION
يَا اَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ كَثِيْرًا مِنَ اْلأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللهِ ، وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنْفِقُونَهَا فِى سَبِيلِ اللهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ 34/ التوبة
“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim (termasuk cendekiawan secara umum) yahudi dan rahib-rahib (termasuk ulama ulama islam) Nasrani benar-benar MEMAKAN HARTA ORANG dengan jalan yang batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah (mengajak kepada paham democrazyah). Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih”. (at-Taubah; 9:34)
Corruption adalah kecurangan, kekotoran, pencurian dengan cara halus dan juga di artikan oleh yang empunya bahasa inggris adalah perubahan dari jalan kebenaran kepada jalan kesesatan, jalan batil secara merayap atau cepat.
Maka barang siapa yang mengaku ber agama islam tapi berpaham pula democrazy, orang tsb berada dalam kondisi corruption, sebab orang yang mengaku beragama islam dia harus berpaham islam pula. Bukan berpaham selainnya. Terjadi perubahan dari al haq (islam) kepada al batil (democrazy, nasionalisme, pancasilaisme dll) bagi orang yang mengaku islam tapi berpaham democrazy, nasionalisme, pancasilaisme. Tidak akan pernah ada pada hati manusia dua rongga yang berisi islam dan democrazy di padu, tidak akan pernah ada.
Pada saat paham democrazy berkuasa, lenyaplah islam pada dirinya yang mengelola democrazy atau bagi yang mendukungnya atau melestarikannya dan pada saat islam berkuasa lenyap pula democrazy dan semacamnya. Tapi islam belum berkuasa. Begitulah hanya satu paham yang menempati rongga manusia. Maka perubahan dari islam ke democrazy pada diri manusia adalah peristiwa corruption.
{مَا جَعَلَ اللهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِى جَوْفِهِ }
Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya. (QS. 33:4)
Allah swt telah memberi peringatan bahwa mayoritas biang kerok pelaku corruption adalah justru the ruler (penguasa), the ruler are rober. aparat yang terdiri dari polisi, cendekiawan, ulama, rahib, yang diberi amanat dari Allah, tapi lantaran hidup matinya untuk kehidupan dunia “struggle for life”, cari uang, cari makan, cari kekayaan, cari pangkat, cari jabatan, bukan untuk Allah, struggle for the sake of Allah (dari Allah untuk Allah), maka corruption adalah warning dari langit, dari Allah swt. Pasti, kalau struggle for life, manusia cenderung corruption, bahkan Allah tegas tegas menyatakan mereka korupsi, padahal firman Allah swt berlaku sampai akhir zaman, yang menandakan corruption bukan soalan baru. Corruption melanda peradaban manusia.
Anda bisa bayangkan jika polisi yang harusnya menangkap maling tapi dialah malingnya, maka ribetlah dunia. Mau ditempatkan dimana keadilan dan kebenaran?.
Apa yang terjadi dalam negeri yang mayoritas penduduknya berpegang kepada agama democrazy dibandingkan ajaran agama islam yang mulia?, corruption malah jadi aturan penganut paham democrazy.
Dalam islam terhadap keuangan negara penempatan gaji terhadap pegawai negara
Sebagai yang Rasulullah saw sabdakan (sumber khilafah kerajaan, abul a’la al maududi) “pegawai pemerintah kalau belum punya rumah berikan rumah, kalau
Belum punya unta berikan unta, selebihnya adalah corruption”. (Hadits). Khalifah Umar berkata, “PNS gajinya seperti orang yang memelihara anak yatim, sekedar cukup”. Kalau mau kaya berdaganglah. PNS haram menerima hadiah (hadits). Jadi bagaimana mungkin pegawai negeri islam bisa kaya raya, semuanya sudah di batasi oleh islam?.
Jadi kalau ada di negeri NKRI yang asal muasal keluarganya adalah PNS kaya raya, baru sma saja sudah punya tabungan 25 milyard, dari sisi islam tu ortu yang polisi telak banget korupsinya, tapi dari sisi agama democrazy, bisa lain. Kenapa? Yah karena agamanya memang beda, agama islam memang beda dengan agama democrazy. Maka sikap hidup penganutnya juga berbeda. Yang buat orang islam haram buat orang democrazy halal, begitulah beda antara kafir dan iman. Hanya di soal beda.
Anggota DPR MPR yang orangnya terdiri dari cendekiawan, ulama, rahib, gaji ketuanya bisa diatas 100.000.000 perbulan, sementara guru PNS paling 4 juta, sebulan dimakan habis, karena sekedar cukup. Anggota dpr mpr rumah sudah diberikan, mobil sudah diberikan, maka jelas anggota yang cendekiawan, rahib, ulama, ustad, dpr mpr, tidak usah pakai test kelayakan menurut islam sudah pada korupsi. Sesuai sabda Rasulullah diatas. Tapi menurut agama democrazy O itu lain.
Orang orang kaya di NKRI umumnya terlahir dari keluarga PNS, bukan dari keluarga pedagang, setelah korupsi gede gedean baru mereka berdagang (pencucian), maka anak turunannya lah yang terus bermain main dalam system kotor menjijikkan democrazyah. Sesuatu dari yang haram, tak akan menghasilkan anak yang sholeh, begitulah agama democrazy dikembangkan oleh turunan turunan gen gen manusia yang teramat jelek.
Jadi tidak usahlah kalian merasa tidak corruption karena bukan PNS, melestarikan system syrik democrazyah saja sudah terjadi corruption pada diri kalian. Ber arti perjalanan menuju neraka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s