DERAJAT “TERTINGGI” MANUSIA


derajat

DERAJAT “TERTINGGI” MANUSIA (man fil Ardi dan Man Fissamawati) di DUNIA (alam 3D) adalah “HIJRAH (physic and non Physic) di JALAN Allah”… Al Hajj:58
Hijrah berasal dari bahasa arab “ هِجْرَة” yang artinya: (1) pindah, menjauhi atau menghindari. (2) Kerasnya sesuatu (الهجر الهجير الهاجرة); berarti tengah hari di waktu panas sangat menyengat
(MAN earth RACE, MAN Fissamawati RACE, …. Gak usah ditanya Hijrah/pindahnya JIN, SETAN, IBLIS, MALAIKAT. Tidak PERLU susah-susah MEREKA buat ALAT/pesawat. Yang JADI masalah adalah Man/manusia (harus tersedia OO (oksigen, makhluk yang dibuat dari TANAH/planet )
– Nabi Ibrahim >>> Syam ke Mekkah (peristiwa ‘Ka’bah’) >>> kekuatan DO’A (request)
– Nabi Sulaiman >>> ke SELURUH tempat di Bumi >>> Portal , Plane, Dimensi (setan dan jin)
– Nabi Muhammad >>> Mekkah ke Madinah, Isra’ (di Bumi) dan Mi’raj {dari Bumi ke LANGIT (center of universe/SIDRATUL Muntaha}) …. Dg SUPER HIGH SPEED Travelling (kecepatan MALAIKAT (makhluk dari energi CAHAYA/Nur) >>> Dimensi, Buraq (“angel plane Velocity”), FUTURE event VIEW (Dunia dan AKHIRAT “YANG AKAN TERJADI” << efek ‘malaikat VELOCITY’)
﴾ Al Israa’:1 ﴿
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
﴾ Al Ma’aarij:4 ﴿
Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun.
Berpindah /HIJRAH manusia (MAN) dari =
– Kafir ke Iman
– Tempat “tidak AMAN” ke tempat AMAN
– Sulit ke Mudah
– Berat ke Ringan
– Salah ke BENAR
– Hidup Susah ke hidup Makmur/tercukupi
– Dst …… dst
– Terakhir: DUNIA ke AKHIRAT/BARZAKH (death)
Ref:
<< tidak Boleh PASRAH karena KEADAAN yang lemah (DIBANTAI : exp. Bosnia, Rohingya, Palestina etc … menganiaya diri sendiri (malaikat menyebutnya) {An NISA:97}
﴾ An Nisaa:97 ﴿
Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan “menganiaya diri sendiri” , (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,
﴾ An Nisaa:98 ﴿
kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah),
﴾ An Nisaa:99 ﴿
mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
﴾ An Nisaa:100 ﴿
Barangsiapa BERHIJRAH DI JALAN ALLAH, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Ref:
Hijrah untuk “saling MELINDUNGI” dari ancaman/membentuk KOLONI (al Anfaal:72)
﴾ Al Anfaal:72 ﴿
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertoIongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itu satu sama lain lindung-melindungi. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikitpun atasmu melindungi mereka, sebelum mereka berhijrah. (Akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kamu dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
﴾ Al Anfaal:75 ﴿
Dan orang-orang yang beriman sesudah itu kemudian berhijrah serta berjihad bersamamu maka orang-orang itu termasuk golonganmu (juga). Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
…………………………………………………………..
ref Khalifah
Al Baqarah:30 ﴿
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang KHALIFAH {pengganti/penguasa/wakil/خَلِيفَةً} di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu ORANG yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.
Kata khalifah berasal dari kata kholafa- yakhlifu/yakhlufu- kholfan- wa khilafatan yang berarti menggantikan, menempati tempatnya. Sedangkan kata khalafu di artikan orang yang datang kemudian atau ganti, penganti. Dan kata al-khaalifatu mempunyai pengertian umat pengganti, yang berbeda pengertianya dengan al-khaliifatu yang bentuk jama’nya khulafa’ dan khalaaif yang berarti khalifah.
……………………………………………
Ref:
Hijrah TERAKHIR : …. mati
﴾ Al Hajj:58 ﴿
Dan —-orang-orang yang berhijrah di jalan Allah—–, kemudian mereka DIBUNUH atau MATI, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezeki yang baik (surga). Dan sesungguhnya Allah adalah sebaik-baik pemberi rezeki.
…………………..
ref
PENGERTIAN HIJRAH >> publish: waiman cakrabuana
November 14, 2012
1- Arti Hijrah Menurut Bahasa
Hijrah berasal dari bahasa arab “ هِجْرَة” yang artinya: (1) pindah, menjauhi atau menghindari. (2) Kerasnya sesuatu (الهجر الهجير الهاجرة); berarti tengah hari di waktu panas sangat menyengat (keras).
Secara bahasa “Hijrah” itu adalah Menjauhi sesuatu dengan sangat keras karena adanya ketidak setujuaan dan kebencian
2- Arti Hijrah dalam penggunaan Redaksi Al-Qur’an
2.1. Meninggalkan dan menjauhi sesuatu dengan kebencian
Dalam QS Maryam (19) ayat 46 Allah Berfirman:
قال أراغب أنت عن آلهتي يا إبراهيم لئن لم تنته لأرجمنك واهجرني مليا
Artinya: “Berkata bapaknya: “Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama”.”
Dalam Ayat ini, dikisahkan bapaknya Ibrahim AS mengusir Ibrahim dengan kalimat “واهجرني مليا” yang artinya: “Hijrahi aku ! (Tinggalkan aku!), buat waktu yang lama / selamanya” . Hijrah dalam ayat ini adalah meninggalkan sesuatu dengan kebencian.
2.2. Meninggalkan sesuatu karena sesuatu itu Kotor / najis.
Dalam QS Al-Mudatsir (74) ayat 5 Allah Berfirman:
والرجز فاهجر
Artinya: “dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah,”
Dalam ayat ini, Allah ta’ala memerintahkan kita untuk Hijrah (pindah) dari segala yang kotor atau najis , maksudnya adalah menjauhi kemusyrikan, karena kemusyrikan adalah najis (kotor). Hijrah dalam ayat ini adalah Meninggalkan sesuatu karena sesuatu itu Kotor / najis.
2.3. Tidak Mengacuhkan sesuatu karena tidak menyukainya atau karena memusuhinya / membencinya.
Dalam QS Al-Furqan (25) ayat 30 Allah Berfirman:
وقال الرسول يا رب إن قومي اتخذوا هذا القرآن مهجورا
Artinya: “Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur’an ini suatu yang tidak diacuhkan”.”
Dalam ayat ini, Allah ta’ala memberitakan pengaduan Rasulullah kepadaNya. Bahwa kaumnya menghijrahi (tidak mengacuhkan) Al-Qur’an, karena mereka (kafir itu) memusuhi / membenci Al-Qur’an dan Pembawa Al-Qur’an (QS 25/31).
Kata Hijrah dalam ayat ini mengandung pengertian Tidak mengacuhkan, tidak memperhatikan, tidak menghiraukan, karena sesuatu itu tidak disenanginya.
2.4. Meninggalkan Negeri Kafir
Dalam QS Ali Imran (3) ayat 195 Allah Berfirman:
فاستجاب لهم ربهم أني لا أضيع عمل عامل منكم من ذكر أو أنثى بعضكم من بعض فالذين هاجروا وأخرجوا من ديارهم وأوذوا في سبيلي وقاتلوا وقتلوا لأكفرن عنهم سيئاتهم ولأدخلنهم جنات تجري من تحتها الأنهار ثوابا من عند الله والله عنده حسن الثواب
Artinya: “Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang dibunuh, pastilah akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pastilah Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisi-Nya pahala yang baik.””
Dalam ayat ini, Allah ta’ala memberitakan pengabulan do’a Rasulullah kepadaNya. Bahwa Allah akhirnya mengijinkan Rasulullah SAW untuk Keluar meninggalkan negri yang kafir setelah beliau dan para sahabat diusir dari negri tersebut. Pengusiran orang kafir terhadap Rasulullah dan para sahabat itu terjadi, karena Para Rasulullah dan para sahabat tidak setuju terhadap: dasar (ideology) negara, Hukum, budaya, dan lain lain yang dianut dan dikembangkan negara kafir yang menurut penilaian Rasulullah SAW adalah JAHILIYYAH.
Kata Hijrah dalam ayat ini mengandung pengertian Meninggalkan Negeri Kafir secara teritorial karena ketidak setujuan / membenci dan memusuhi negri tersebut.
2.5. Berpisah secara bathin
Dalam QS An-Nisa (4) ayat 34 Allah Berfirman:
واللاتي تخافون نشوزهن فعظوهن واهجروهن في المضاجع واضربوهن فإن أطعنكم فلا تبغوا عليهن سبيلا إن الله كان عليا كبيرا
Artinya: “… Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
Dalam ayat ini, Allah ta’ala memberi arahan bertahap kepada para suami menghadapi istrinya yang dikhawatirkan Nusyuz (menyimpang). Pertama dengan dinasihati, kemudian pisah ranjang hingga dipukul sekedar mengingatkan.
Berpisah atau Pisah ranjang itu adalah tidak satu tempat tidur dengan istri walaupun masih satu atap (rumah). Kalimat berpisah dalam ayat ini menggunakan redaksi Wahjuruhunna (hijrahilah).
Kata Hijrah dalam ayat ini adalah Berpisah, walau masih satu atap atau berpisah secara I’tiqadi.
3- KESIMPULAN Pengertian Hijrah
• Hijrah adalah Pindah, meninggalkan, MENJAUHI ATAU BERPISAH DARI SESUATU DENGAN KEBENCIAN, MENUJU SESUTU YANG DIA SUKAI ATAU CINTAI, bukan pindah atau berpisah biasa biasa saja seperti pindah rumah.
• DIJAUHINYA SESUATU TERSEBUT KARENA SESUATU TERSEBUT MENGANDUNG KEKOTORAN / NAJIS YANG TIDAK DISUKAINYA
• Meninggalkan pindah dari sesuatu tersebut bisa berarti SECARA FISIK (PINDAH TEMPAT) ATAU FSIKIS (PINDAH KEYAKINAN)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s