MENYIAPKAN BEKAL UNTUK KEMATIAN


MENYIAPKAN “bekal” MATI ….. sungguh ANEH “tanpa” perSIAPan
Allah Ta’ala berfirman,
وَأَنْ لَيْسَ لِلإنْسَانِ إِلا مَا سَعَى
“Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya” (QS. An Najm: 39).
Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anakmu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikit pun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi dalam surga (Saba’: 37). Rasulullah SAW juga bersabda, “… Barangsiapa cacat amalnya, maka keluarganya tidak dapat menyempurnakannya.” (HR. Muslim)
Nabi Ibrahim berdoa, “Dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.” (Asy-Syu’ara’: 87-89)
Ibnul Jauzi Rahimahullah berkata, ‘Betapa aneh orang mati tanpa mempersiapkan amal. Betapa aneh musafir bepergian tanpa menyiapkan bekal. Betapa aneh orang memasuki kubur tanpa pernah bersiap-siap untuk itu. Betapa aneh orang yang menganggap remeh segala urusan dan tidak pernah menggunakan akal. Saudaraku, abad demi abad berlalu dan berbagai hambatan perjalanan kian jelas merintang, setiap orang menuju kubur meski tanpa sadar, tetapi tidak setiap orang namanya terus hidup. Sampai kapankah kau menunda-nunda dan lalai? Bebanmu begitu sarat, jalan ini begitu berat, dan nasibmu akan kau ketahui saat sekarat.’ [Sirah Umar bin Abdul Aziz hal. 625].
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلَاثَةٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ
“Tigal hal yang mengantar mayat ke kuburan, dua kembali dan satu tetap tinggal. Yaitu keluarga, harta, dan amal seseorang. Keluarga dan hartanya akan kembali sedangkan amalnya tetap bersamanya.’ [HR. al-Bukhari 6514 dan Muslim 296]
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ: صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ أَوْ عِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُوْ لَهُ
‘Jika anak Adam meninggal dunia, maka amalnya putus kecuali tiga perkara; shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.’ [HR. Muslim 1631].
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Di antara amalan dan kebaikan yang masih didapatkan oleh seorang mukmin setelah matinya adalah ilmu yang ia ajarkan dan yang ia sebarkan …’ [Hasan. HR. Ibnu Majah 242. Dihasankan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ 2231].
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Siapa saja yang menyeru kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti yang didapat oleh orang yang mengikutinya tanpa sedikitpun mengurangi pahala mereka. Juga siapa saja yang menyeru kepada kesesatan, maka baginya dosa seperti dosa orang yang mengikutinya, dan hal itu tidak mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka.’ [HR. Muslim 2674].
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sesungguhnya makanan yang paling baik yang kalian makan adalah makanan dari hasil usaha kalian sendiri dan sesungguhnya anak-anak kalian adalah bagian dari usaha kalian.’ [Shahih. HR. at-Tirmidzi, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah. Dishahihkan oleh asy-Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ 1566].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s