MATA HATI


mata

penyingkapan (kasyaf) … mata QALBU/ jantung/ heart

hadis riwayat Abu Hurairah, ia berkata: Dari Nabi bahwa beliau bersabda: Ketika KIAMAT telah menDEKAT, mimpi seorang muslim hampir tidak ada dustanya. Mimpi salah seorang di antara kalian yang paling mendekati kebenaran adalah mimpi orang yang paling JUJUR dalam berbicara. Mimpi orang muslim adalah termasuk satu dari empat puluh lima bagian kenabian. Mimpi itu dibagi menjadi tiga kelompok: Mimpi yang baik, yaitu kabar gembira yang datang dari Allah. Mimpi yang menyedihkan, yaitu mimpi yang datang dari setan. Dan mimpi yang datang dari bisikan diri sendiri. Jika salah seorang di antara kalian bermimpi yang tidak menyenangkan, maka hendaknya dia bangun dari tidur lalu mengerjakan salat dan hendaknya jangan dia ceritakan mimpi tersebut kepada orang lain. Beliau berkata: Aku gembira bila mimpi terikat dengan tali dan tidak suka bila mimpi dengan leher terbelenggu. Tali adalah lambang keteguhan dalam beragama. Kata Abu Hurairah : Aku tidak tahu apakah ia termasuk hadis atau ucapan Ibnu Sirin. (Shahih Muslim No.4200)

Hadis riwayat Anas bin Malik, ia berkata:Rasulullah bersabda: Mimpi seorang mukmin adalah termasuk satu dari empat puluh enam bagian kenabian. (Shahih Muslim No.4201)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa melihatku dalam mimpi, maka dia benar-benar telah melihatku. Sesungguhnya setan tidak dapat menjelma sepertiku. (Shahih Muslim No.4206)

Hadis riwayat Abu Qatadah ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Barang siapa yang melihat aku dalam mimpi, maka dia benar-benar melihat sesuatu yang benar (hak)”. (Shahih Muslim No.4208)

Hanzalah bin al-Rabi’al-Usaidi ber kata, “Abu Bakar datang kepadaku lalu bertanya, “Apa yang terjadi dengan dirimu?’ Hanzalah menjawab, “Aku telah menjadi seorang munafik’, Abu Bakar berkata, “Subhanallah, kamu berkata apa? Lalu, aku jawab, “Kita berada di samping Nabi saat Beliau menjelaskan kepada kita tentang surga dan neraka. Saat itu seolah-olah kita sedang menyaksikan surga dan neraka dengan mata kepala sendiri. Namun, ketika keluar dari majelis beliau, kita tenggelam dengan urusan anak istri dan hal-hal lain yang sia-sia, kita banyak lupa’.”

Abu Bakar bertanya, “Demi Allah sesungguhnya kami pun mengalami keadaan seperti itu”. Lalu, Abu Bakar berangkat hingga kami masuk ke ruangan Rasulullah, saat itu aku berkata, “‘Hanzalah menjadi seorang munafik wahai Rasulullah!” Beliau bertanya, “‘Apa yang terjadi?” Lalu, aku jawab, “Kami berada di samping engkau saat engkau menjelaskan kepada kami tentang neraka dan surga.

Saat itu seolah-olah kami melihat surga dan neraka dengan mata kepala sendiri. Namun, ketika kami keluar dari sisimu, kami tenggelam oleh urusan anak, istri, dan hal-hal yang sia-sia, kami banyak lupa. “Lalu, Nabi menjawab, “Demi Zat Yang Maha Menguasai jiwaku, seandainya kalian terus-menerus mengalami apa yang kalian alami saat berada di sisiku dan terus- menerus berzikir, niscaya para malaikat akan menyalami kalian di tempat-tempat pembaringan kalian dan di jalan-jalan yang kalian lalui. Hanya saja wahai hanzalah, itu hanya terjadi sewaktu-waktu.” Beliau mengulang-ulangi perkataan ini tiga kali. (HR Muslim dan Tirmizi).
…………………
Imam Bukhari meriwayatkan dari Usaid bin Hudhair, ketika ia membaca surah al-Baqarah di malam hari, sementara kudanya ditambatkan di sampingnya tiba-tiba kudanya meronta-ronta. Ia menenangkan kudanya hingga tenang lalu melanjutkan bacaannya lagi, kembali kudanya meronta-ronta kemudian kembali menenangkan lagi. Kejadian ini berulang tiga kali. Ia juga memperingatkan anaknya bernama Yahya agar menjauhi kudanya agar tidak disakiti.

Usaid menengadah langit dan disaksikan ada naungan yang di dalamnya terdapat pelita besar. Ketika pagi tiba, ia melaporkan kejadian ini kepada Nabi. Nabi berkata bacalah terus (Alquran itu) wahai Usaid, diulangi tiga kali. Aku juga menengok ke langit ternyata aku juga menemukan hal yang sama. Nabi memberikan komentar, “Itu adalah para malaikat yang men dekati suaramu. Seandainya kamu terus membaca (Alquran) keesokan paginya manusia akan melihat para malaikat yang tidak lagi menyembunyikan wujudnya dari mereka”.
…………….
penyingkapan (kasyaf), yaitu kemampuan seseorang untuk melihat atau menyaksikan sesuatu yang bersifat gaib, seperti melihat, mendengar, atau merasakan … HANYA karena pemberian /rahmat/kebesaran dari Allah kepada hambanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s