KISAH /Kutbah NABI MUHAMMAD SEBELUM WAFAT


11102619_961944810523956_7344979771360342381_n
Bismillahirrahmamirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
salam sejahtera untuk kita semua..semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat dan barokah Nya kepada kita semua..aamiin2 Ya Robbalalaamiin

KISAH /Kutbah NABI MUHAMMAD SEBELUM WAFAT
makna Dakwah dalam islam
Allah SWT berfirman dalam Al Quran :
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat atas
Nabi, hai orang-orang yang beriman bersholawatlah kamu semua untuk Nabi
dan ucapkanlah salam dengan salam yang sebaik-baiknya” .(QS. AI Ahzaab :
56)
Allah SWT ,ber firman mengenai Nabi Muhammad SAW.sebagai utusan Allah:
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu,melainkan untuk (menjadi) RAHMAT
bagi semesta alam.”
(QS.Al-Anbiya:107)
Sabda rosulullooh Saw :
“Tidak akan bisa melihat wajah-Ku 3 macam orang.
– orang yang durhaka kepada
kedua orangtuanya,
– orang yang meninggalkan (tidak mengerjakan) Sunnah-ku
– orang yang tidak-membaca Sholawat kepada-Ku ketika (mendengar) Aku disebut di dekatnya (HADITS MARFU’DARI AISYAH RA).
“Perbanyaklah membaca Sholawat kepada-Ku pada tiap hari
Jum’at, maka sesungguhnya bacaan Sholawat ummat-Ku pada tiap hariJumat
itu diperlihatkan kepada-Ku “(Diriwayatkan oleh Baihaqi dengan sanad
Hasan dari Abi Umamah)
Nabi Muhammad SAW bersabda
. Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya maka Allah menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat itu.
(HR. Ath-Thabrani)
TIGA MACAM AMAL YANG PALING DISUKAI ALLOH *****
Tiga macam amal yang paling disenangi oleh Alloh SWT ialah :
1. Manusia-manusia yang beriman kepada Alloh SWT. Kapan hambanya
menghadap kepada Alloh itu ada aturannya. Seperti sholat 5 waktu
yang dikerjakan pada waktunya.
2. Berbakti kepada ibu bapak. Jangan kita durhaka kepada ibu bapak ,
karena Alloh akan murka dan itu adalah dosa besar.
3. Berjuang dijalan Alloh . Menegakkan agama Alloh dengan segala
macam cara untuk meninggikan agama Alloh , dengan harta atau
tenaga .
Dalam sebuah hadis Rosululloh SAW : ” Aku ( Abdulloh bin Mas’ud ) bertanya kepada Rosululloh Saw ” Amal-amal manakah yang paling disukai oleh Alloh ? Jawab Rosululloh : Sholat pada waktunya. Aku bertanya : Kemudian apa lagi ? Jawab beliau : Berbakti pada ibu bapak. Aku bertanya lagi : Lalu apa lagi ? Jawab beliau : Berjuang dijalan Alloh ”
( HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud )
Ingatlah Ibumu
10:46am Mar 18
(1) Dalam rangka Perayaan Maulid Nabi Muhammada SAW
Dalam rangka perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ,dalam kesempatan ini,tentu kita selalu akan mengulas berbagai macam kisah tentang Nabi Muhammad sebagai Rosul Allah,maupun tentu saja mengamalkan seluruh ajaran yang ditinggalkan nya sesuai dengan wahyu Allah kepada beliau,yaitu Al Quran dan Hadits.
Diantara semuanya itu,selain kelahiran Nabi Muhammada SAW tentu tidak kalah penting adalah
Kisah wafatnya nabi serta kutbah yang terakhir disampaikan sebagai makna kepada umatnya untuk meneruskan perjuangannya dalam ber “Dakwah”., anjuran yang sesuai dengan sabda Nabi yaitu didalam menyampaikan dakwah (“Sampaikan dariku walau hanya satu ayat.”)
Persoalan dakwah ini ,sanagat penting selain sebagai amal ibadah yang bersangkutan,juga terutama bila mengingat adanya gejala yang luar biasa menyangkut dekadensi Moral (penurunan derajat moral),dari sebagian masyarakat,yang sudah memprihatinkan,dimana terkadang sudah tidak dapat dibedakan lagi mana yang halal ataupun yang haram.
Melanda baik muda,tua ,kaya miskin ,hamper ke seluruh strata social.
Dibutuhkan sekali dari “Generasi Penerus Bangsa “,menyangkut hal ini untuk ber partisipasi/berjuang didalam menyelamatkannya yaitu salah satu ber “jihad “ di jalan Allah SWT ,dengan jalan ber Dakwah,meski dengan “hanya menyampaikan satu ayat “ dari Al-Quran maupun Hadits.
dakwah yaitu: mengajak orang lain untuk meyakini dan mengamalkan akidah dan syariat Islam yang terlebih dahulu telah diyakini dan diamalkan oleh pendakwah itu sendiri.21
(Menurut A. Hasmy dalam bukunya Dustur Dakwah Menurut al-Qur’an )
Keutamaan dakwah di antaranya disebutkan dalam hadits dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).
Semoga kita dapat mengabadikan dalam kehidupan sehari hari sebagai amal ibadah kita.
Berikut kisah menyangkut Nabi Muhammad SAW ,berkaitan dengan kutbahnya menjelang ke wafat an beliau.
(2)KISAH /Kutbah NABI MUHAMMAD SEBELUM WAFAT
Betapa mulia dan indahnya akhlak baginda Ya Rasulullah SAW Mengingatkan kita sewaktu sakratul maut. ‘Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, “Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur’an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku”.
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.
“Rasulullah akan meninggalkan kita semua,” desah hati semua sahabat kala itu.
Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. “Bolehkah saya masuk?” tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk,
“Maafkanlah, ayahku sedang demam,” kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, “Siapakah itu wahai anakku?”.
“Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,”tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. “Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,” kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut bersama menyertainya. Kemudian dipanggillah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. ” Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?” Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah.
“Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti rohmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu,” kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. “Engkau tidak senang mendengar khabar ini?” Tanya Jibril lagi. “Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?”
“Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,” kata Jibril.
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang.
“Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.” Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. “Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?” Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. “Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,” kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.
“Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.”
Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali mendekatkan telinganya. “Uushiikum bis-shalaati, wamaa malakat aimaanukum – peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.”
Di luar, pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.
“Ummatii, ummatii, ummatiii!” -“Umatku, umatku, umatku” Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu.
Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allaahumma sholli ‘alaa Muhammad wa’alaihi wasahbihi wasallim. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Usah gelisah apabila dibenci manusia kerana masih banyak yang menyayangimu di dunia, tapi gelisahlah apabila dibenci Allah kerana tiada lagi yang mengasihmu di akhirat kelak.
(3)makna Dakwah dalam islam
Makna Dakwah
Secara kebahasaan kata dakwah berasal dari bahasa Arab, yang akar katanya adalah da’â – yad’û – da’watan yang berarti menyeru, memanggil, mengajak dan menjamu.
Dakwah dalam pengertian bahasa ini menimbulkan makna ganda yang dapat diartikan menyeru kepada sesuatu yang bersifat negatif juga dapat berarti mengajak kepada sesuatu yang bersifat positif.
Ajakan yang mengarah kepada yang negatif sudah pasti subyeknya adalah syaitan dan orang-orang yang mengikuti sepak terjangnya.
“Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu) karena sesungguhnya syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala” (QS. faathir (35) : 6)
“Yusuf berkata : Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai dari pada memenuhi ajakan mereka kepadaku dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh”. (QS. Yusuf (12) : 33)
Adapun panggilan yang bersifat positif, subyeknya adalah Allah swt., para Nabi dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman.
“… sedang Allah mengajak ke Surga dan ampunan dengan seizin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran” (QS. al-Baqarah (2): 221)
“Dan Allah menyeru (manusia) ke darus salam (surga) . . .” (QS. Yunus (10): 25)
Dakwah menurut pengertian terminologi dikemukakan oleh para ahli antara mengatakan bahwa dakwah adalah mendorong manusia agar berbuat kebajikan dan petunjuk, menyeru mereka berbuat yang ma`ruf dan mencegah mereka terhadap perbuatan munkar, agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
(mau ..menjadi kepanjangan
Allah atau wali Allah SWT?)
Sering kita dengar kata “Dakwah” sudah sangat populer dikalangan umat muslim akan tetapi banyak dibenak kita kalau berbicara tentang dakwah malah itu semua adalah kewajiban seorang ustadz,mubaligh,Ajengan,para Da’i,kita sbg masyarakat biasa ,tukang dagang,buruh tidak perlu memikirkan dakwah lagi,itu sangat keliru.padahal dakwah adalah kewajibannya Fardhu ‘Ain & secara individu,setiap muslim & muslimah maka mereka wajib melakukan dakwah,dakwah adalah hal utama yg selalu dipuji Allah Swt mempunyai pahala yg sangat besar,
Allah SWT berfirman:
“Tidak ada kata yg paling indah,tidak ada perbuatan yg paling dihargai & dihormati Allah SWT kecuali kata & perbuatan yg mengandung unsur dakwah”kemudian dia beramal sholeh dg apa yg di dakwahkan nya.
Dalam nasehatnya yg panjang kpd Sayidina Ali Rodiyallahu Anhu,
Rasulullah Saw bersabda :
“Demi Allah wahai Ali jika seseorang mendapatkan hidayah disebabkan dakwahmu maka engkau akan dipahalai oleh Allah Swt pahala yg besar sebesar unta merah unta yg paling mahal ketika itu,kalo sekarang harga nya bisa mencapai 100 ribu real.
Dalam riwayat yg lain”lebih baik pahalanya dr dunia & isinya.jika ratusan bahkan ribuan orang yg mendapat hidayah melalui dakwah kita,Subhanallah tak terhingga pahala kita.
Semoga kita termasuk org yg mendapat hidayah & inayah nya Allah Swt
Ingatlah Ibumu
Allahualam bisawab
Semoga bermanfaat,
Bagi yang berminat taq atau share untuk handai taulan,saudaranya dipersilahkan..
Insya Allah akan dicatat suatu amal baik
☆Jazakumullahu khayran wa barakallahu fiikum☆
• Free Down Load Free Down Load Free Down Load
Segala Puji hanya Milik Allah SWT
Segalanya atas Hidayah Allah
Allah SWT berfirman
“Apa saja yang Allah anugerahkan kepada manusia berupa rahmat,maka tidak ada seorang pun yang dapat menahannya.
Dan apa saja yang Allah tahan,
maka tidak seorang pun yang sanggup
untuk melepaskannya sesudah itu.
[QS. Fathir:2]
Allah SWT berfirman
“maka ingatlah kepada Ku, niscaya Aku akan ingat kepadamu……….(QS.Al-Baqoroh 152).
istighfar dari Nabi SAW. ini:
“Astaghfirullahal-ladzi la ilaha illa Huwal-Hayyul-Qayyum, wa atubu ilaih”
(Aku bersitighfar memohon ampun kepada Allah, Yang tiada tuhan yang berhak diibadahi selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang Maha Mengurus, dan aku bertobat kepada-Nya).
Rasulullah bersabda,
“Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah dan beristighfarlah (memohon ampun) kepada-Nya, sesungguhnya aku beristighfar setiap hari seratus kali.”
(HR Muslim, 1404)
Rasulullah SAW bersabda;
“Apa saja yang aku larang, hendaklah kalian jauhi dan apapun yang aku perintahkan kepadamu, maka lakukanlah menurut kemampuanmu..” HR. Bukhari, Muslim.
Aisyah r.a berkata,
“Beruntunglah, orang-orang yang menemukan istighfar yang banyak pada setiap lembar catatan harian amal mereka.” (HR.Bukhari).
“ Hisablah dirimu
Sebelum engkau
Di Hisab “
(Sayyidina Umar bin Khattab.r.a. )
Allahualam bisawab
Semoga bermanfaat,
Bagi yang berminat taq atau share untuk handai taulan,saudaranya dipersilahkan..
Insya Allah akan dicatat suatu amal baik
☆Jazakumullahu khayran wa barakallahu fiikum☆
• Free Down Load Free Down Load Free Down Load
Segala Puji hanya Milik Allah SWT
Segalanya atas Hidayah Allah
===• Rasulullah bersabda:
“Dua kalimat yang terasa ringan di bibir, tetapi berat dalam timbangan dan dicintai oleh Allah Yang Maha Pengasih:
(Subhanallahi wa bihamdihi subhanallahil-‘azhim)
‘Maha Suci Allah dan dengan memuji-Nya serta Maha Suci Allah, Zat Yang Maha Agung.'”
• (HR Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmizi, Nasa’i, dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah r.a.)===
• In sha Allah bermanfaat
Silahkan dibagikan,like,tag
• Free Down Load Free Down Load Free Down Load
• “Ya Allah muliakan dan berkahi dengan hidayahMu,
• saudaraku muslimin/muslimah yang melanjutkan penyebaran
tausiah ini ke sanak /handai taulan untuk jalan kebaikan • di jalan agamaMu,,aamiin “
• Mari kita saling berbagi kebaikan
سُبْحَانَ اللّهِ وَ بِحَمْدِهِ
SALAMKU DI INGATAN

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s