Cinta dan Takwalah Kepada ALLAH SWT


20987_1106705826021667_8465691144237929973_n

Mengaku CINTA pada Allah … = harus TAKWA pada Allah
CINTA pada-Nya = Mengerjakan semua PERINTAH-Nya dan menjauhi semua LARANGAN-Nya. … CINTA pada Allah = DEKAT dg Allah
Di luar TAKWA = MUNAFIK, FASIK, KAFIR … = MENIPU Allah, mengKHIANATi Allah

…………………cemburu = tanda cinta ……………………
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
لَا أَحَدَ أَغْيَرُ مِنَ اللهِ وَلِذَلِكَ حَرَّمَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَلَا شَيْءَ أَحَبُّ إِلَيْهِ الْمَدْحُ مِنْ اللهِ وَلِذَلِكَ مَدَحَ نَفْسَهُ
“Tidak ada seorang pun yang lebih pencemburu daripada Allah, oleh karena itu Allah mengharamkan perbuatan-perbuatan keji, baik yang terlihat ataupun yang tersembunyi. Tidak ada satupun yang lebih senang dipuji melebihi Allah dan karena itulah Allah memuji diri-Nya sendiri.” (Muttafaq Alaih).

Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah (Muhammad), “Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang terlihat dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, perbuatan zhalim tanpa alasan yang benar, dan (mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu, sedangkan Dia tidak menurunkan alasan untuk itu, dan (mengharamkan) kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-A’râf [7]: 33).

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan beliau bersabda,
أَتَعْجَبُونَ مِنْ غَيْرَةِ سَعْدٍ؟ وَاللهِ لَأَنَا أَغْيَرُ مِنْهُ وَاللهُ أَغْيَرُ مِنِّي، وَمِنْ أَجْلِ غَيْرَةِ اللهِ حَرَّمَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَلَا أَحَدَ أَحَبُّ إِلَيْهِ الْعُذْرُ مِنَ اللهِ، وَمِنْ أَجْلِ ذَلِكَ بَعَثَ الْمُبَشِّرِيْنَ وَالْمُنْذِرِيْنَ، وَلَا أَحَدَ أَحَبُّ إِلَيْهِ الْمِدْحَةُ مِنَ اللهِ وَمِنْ أَجْلِ ذَلِكَ وَعَدَ اللهُ الْجَنَّةَ
“Apakah kalian merasa heran dengan rasa cemburu yang dimiliki oleh Sa’ad? Demi Allah, aku lebih pencemburu daripada Sa’ad dan Allah itu lebih pencemburu dari diriku. Dan karena itulah Dia mengharamkan hal-hal keji baik yang nampak maupun yang tersembunyi. Dan tidak ada yang lebih suka memaafkan melebihi Allah, dan karena itulah Dia mengutus (para Rasul) sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Dan tidak ada yang lebih mencintai pujian melebihi Allah. Oleh karena itulah Dia menjanjikan surga (kepada para hamba-Nya yang beriman).” (Muttafaq Alaih).
…………………………………………………….
<<< cinta pada Allah = dekat pada Allah>>>>

“Sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Allah SWT.). (QS. Al-Alaq : 19).

Jika hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang diri-Ku, bahwa sesungguhnya Aku dekat dan mengabulkan seruan yang memanggil jika Aku dipanggil”. (QS. Al-Baqa- rah : 186).

Riwayat Abu Nu’aim dari Zaid bin Arqam, y.ikni :
Artinya : “Hai Abu Dzar, sembahlah Allah seakan-akan kamu meli- hat-Nya, dan bila kamu tidak melihat-Nya, sesungguhnya Ia melihat kamu”.
………………………………………………
“Takwa” adalah mengambil tindakan penjagaan dan juga memelihara diri dari sesuatu
Pengertian takwa menurut syara’ “Takwa” itu berarti menjaga dan memelihara diri dari siksa dan murka Allah dengan jalan melaksanakan perintah-perintah-Nya serta menjauhi semua larangan-larangan-Nya,
….. menjauhi semua kemaksiatan dan taat kepada Allah SWT.

“Tidak ada seorang pun yang lebih cemburu dari Allah takkala hamba-Nya yang laki-laki berzina atau hamba-Nya yang perempuan berzina.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

“Sesungguhnya Allah cemburu, dan sesungguhnya seorang mukmin itu (juga) cemburu, dan kecemburuan Allah itu apabila seseorang mukmin mendatangi (perkara) yang Allah mengharamkannya.”(HR. Al Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah radyallahu anhu)
………………………………………………… cemburu = tanda cinta …..

firman Allah SWT.: “Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka itu adalah orang-orang yang telah mendapatkan kemenangan”. (QS. An-Nur : 52).

Terdapat di dalam surat Ali-Imran ayat 102, artinya: “Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah SWT. dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam”. .

Di dalam surat Al-A’raf ayat 35, artinya adalah : “Barang- siapa yang bertakwa dan berlaku baik, tidak akan ada rasa khawatir pada diri mereka dan mereka tidak akan berduka cita”. .

Terdapat di dalam surat Al-Baqarah ayat 103, artinya: “Sekiranya mereka beriman dan bertakwa, tentu akan mendapatkan pahala yang lebih baik di sisi Allah, sekiranya mereka mengetahui”. .

Di dalam surat An-Nahl ayat 128, yang artinya adalah : “Sesungguhnya Allah menyertai orang-orang yang takwa dan orang-orang yang berbuat kebajikan”. .

Terdapat pada surat Al-Maidah ayat 96, artinya “Takwalah kamu kepada Allah SWT. yang kepada-Nya nanti kamu akan dikumpulkan”. .

Surat Al-Ahzab, ayat 70 – 71, artinya adalah : “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah menghendaki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu.

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ahmad juga, artinya : “Aku berpesan kepadamu untuk takwa kepada Allah, karena takwa itu pokok pangkal segala sesuatu”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s