11295540_1402404020085215_4553637776952996343_n

SHOLATLAH SEBELUM KAMU DI SHOLATKAN

Sayup-sayup panggilan Adzan

Terdengar indah berkumandang

Bergegaslah dan bersiap

Kepada Rabb-mu kita kan menghadap

“Sholat yuuk…??!!”

“Aahhh…malesss, ntar deh”

“Tanggung nih, badminton-nya tinggal satu set.”

“Sebentar, kalo telenovela-nya (ketoprak mexico?) sudah kelar. Baru seru-serunya, nih…”

Mungkin ini sebagian jawaban beberapa orang kalau diajak buat shalat (moga-moga kita nggak termasuk). Padahal shalat punya kedudukan yang lumayan gedhe. Kamu perlu tahu,lho…!!

Rukun Islam

Kita sudah hapal kalau yang namanya shalat itu merupakan satu rukun diantara rukun-rukun islam yang lima. Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata –yang artinya-: Rasulullah pernah bersabda

“Islam dibangun atas lima dasar, Persaksian bahwa tidak ada yang berhaq diibadahi dengan benar melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji (bagi yang mampu), dan puasa Ramadlan” (terjemahan hadits riwayat Bukhari)

Islam bertiangkan Shalat

Bila kita mengibaratkan agama islam ini seperti layaknya sebuah bangunan, maka shalat ini punya fungsi seperti sebuah tiang. Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata : bahwa beliau shollallaahu ‘alaihi wa salam telah bersabda
“Kepala perkara (agama) adalah islam, tiangnya adalah shalat, dan puncak tertingginya adalah jihad” (Terjemahan Shahih Sunan Tirmidzi)

Kamu bisa membayangkan bangunan tanpa tiang? Disentil angin topan sedikit sudah roboh, dipijit gempa bumi beberapa richter saja sudah ambruk. Pokoknya payah deh…!!!

Lebih Ringan, Pahala Gedhe

Sholat ini merupakan hal yang istimewa. Ibadah ini diperintahkan Allah secara langsung kepada rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa salam waktu beliau sedang ‘Isra’ Mi’raj. Pada awalnya shalat diperintahkan limapuluh kali sehari, kemudian Allah memberi keringanan dengan menguranginya menjadi lima kali. Dari Anas bin Malik, ia berkata

“Shalat itu telah diwajibkan kepada Nabi shollallaahu ‘alaihi wa salam pada malam beliau di-‘Isra’-kan, (adalah) lima puluh waktu (sehari). Kemudian dikurangi menjadi lima waktu. Kemudian beliau diseru: ‘Hai Muhammad, sesungguhnya perkataan itu tidak dirubah lagi, dan sesungguhya bagimu dengan lima waktu itu (sama dengan pahala) lima puluh waktu’ “ (Terjemahan Shahih Sunan Tirmidzi)

Naa…bagi yang masih pada males shalat lima waktu, lebih-lebih bagi mereka yang tidak mengerjakan (na’udzubillaahi min dzaalik), harusnya pada malu, dong. Khan sudah diperingan dari lima puluh jadi cuma lima kali saja. Lebih-lebih pahalanya tidak berkurang, tetap sama dengan shalat lima puluh kali.

Pertanyaan Nomor Satu

Shalat merupakan awal pertanyaan di akhirat nanti. Abu Hurairah berkata : Saya telah mendengar Rasulullah bersabda

“Sesungguhnya awal amal manusia yang dipertanyakan pada hari kiamat ialah shalatnya. …” (Terjemahan Shahih Sunan Tirmidzi)

Rugikan kalau soal soal di akhirat nanti banyak yang tidak bisa kita jawab dengan sukses. Diancam dapat hukuman lho. Kalau toh misalnya nanti dihukum dapat nilai jelek saja masih mendingan banget, ini urusannya (terancam) dengan neraka. Asal tahu saja, siksaan paling ringan di neraka itu adalah bara ditaruh di kaki yang bisa mendidihkan otak. Semoga Allah mengampuni kesalahan kita dan menjauhkan dari neraka.

Wasiat dari sang kekasih

Sebelum wafat, pemimpin yang mencintai dan paling dicintai kaum mu’minin, Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa salam masih sempat memperhatikan dan memikirkan kita, ummatnya, dengan penekanan salah satunya pada masalah shalat. Dari Anas bin Malik, ia berkata :

“Adalah kebanyakan wasiat Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa salam ketika menjelang wafat (beliau) adalah shalat dan hamba sahaya milikmu” (Terjemahan Shahih ibnu Majah)

Betapa beliau sangat memberi perhatian kepada kita, maka alangkah tidak pantas jika yang diberi perhatian malah tidak memperhatikan wasiat beliau.

Seperti Mandi

Bagaimana rasanya kalau kita lama nggak mandi? Badan terasa kotor atau malah memang bener-bener kotor. Kalau shalat ini diibaratkan mandi, maka ia punya fungsi membersihkan kotoran-kotoran dosa. Rasulullah bersabda

‘Kabarkanlah kepadaku, jika ada sebuah sungai di depan pintu (rumah) salah seorang di antaramu, lalu ia mandi padanya setiap hari lima kali. Apa pendapatmu? Apakah masih tersisa kotoran badannya sedikit saja? Mereka berkata ia tidak meninggalkan sedikitpun kotoran badannya. Beliau bersabda: Maka itu adalah perumpamaan shalat yang lima, Allah menghapus dosa-dosa dengannya.” (terjemahan hadits riwayat Bukhari)

Simpul Akhir Yang Terurai

Shalat merupakan akhir urusan agama yang dirusak oleh pemeluknya. Dari Abi Umamah Al Baahili dari Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wa salam ia berkata

“Sungguh tali-tali Islam itu akan dilepaskan seutas demi seutas. Maka setiap kali terlepas seutas tali maka manusia bergantung pada tali yang setelahnya. Dan pertama kali tali yang terlepas adalah (tali) hukum, dan yang akhirnya adalah (tali) shalat” (Terjemahan hadits riwayat Imam Ahmad)

Lantas, apa yang tersisa dari agama, jika shalat yang merupakan simpul akhir telah terurai?

Awass…Bahaya

Shalat kalau ditinggalkan bisa menyebabkan kekufuran. Rasulullah pernah bersabda

“Batas antara seseorang dengan kekufuran dan syirik adalah meninggalkan shalat.” (Terjemahan hadits riwayat Muslim)

Para shahabat sepakat bahwa meninggalkan shalat dengan mengingkari kewajibannya (berkeyakinan kalau shalat itu tidak wajib, tidak dikerjakan nggak jadi masalah) menjadi kufur dan keluar dari islam. Tapi jangan asal tuding yaaa… Soalnya menghukumi seseorang secara spesifik itu bukan perkara yang gampang. Susah banget. Penghukuman harus ada bukti, orangnya telah didakwahi, orang tersebut tidak dalam keadaan takut maupun dipaksa, tidak ada penghalang baginya dan sebagainya.

Adapun yang meninggalkannya karena malas, tidak mengingkari kewajibannya (berkeyakinan kalau shalat itu wajib dan meninggalkannya adalah dosa), maka sebagian ‘ulama ada yang mengatakan kufur, sebagian yang lainnya mengatakan tidak sampai kufur. Meskipun begitu, yang namanya meninggalkan shalat bukan perkara yang bagus.

Tidak Perlu Shalat???

Mungkin ada yang bilang: Khan Allah sendiri sudah berfirman kalau sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan mungkar. Padahal saya sudah tidak mengerjakan perbuatan keji dan mungkar. Jadi, nggak perlu sholat lagi, dong.

Waduhh…bukankah meninggalkan shalat itu termasuk perbuatan keji dan mungkar? Ancaman bagi mereka yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui ghay (sebuah lembah atau jurang di jahannam) (terjemahan Maryam ayat 59). Shalat tetap nggak boleh ditinggalkan meskipun dalam keadaan sakit. Bila dalam keadaan takut, maka shalatlah sambil berjalan atau berkendaraan (terjemahan Al Baqarah ayat 239)

Inilah bahayanya kalau tidak memahami Al Qur’an dan Hadits sesuai dengan pemahaman para shahabat. Teks-teks dari Al Qur’an dan Hadits bisa ditarik-ulur dan diotak-atik agar pas dengan selera dan hawa nafsunya. Jangan-jangan nanti ada yang bilang: nggak perlu shalat karena celakalah orang-orang yang shalat (terjemahan Al Ma’un ayat 4). Padahal, masih ada sambungannya yaitu yang menyia-nyiakan shalat(nya) (terjemahan Al Ma’un ayat 5)

Maka wahai saudaraku. Sholatlah sebelum ruh sampai tenggorokan. Sholatlah sebelum kamu disholatkan. Sholatlah sebelum dari barat matahari diterbitkan. Sholatlah sebelum datangnya masa di mana tiada guna taubat dan penyesalan.

segala puji hanya bagi Allah yang telah memberi jalan di waktu sempit dan di waktu susah.semoga bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s