Do you love me ..??


10647101_1113760321982884_26764484957494395_n

APA GUNAnya mengaku CINTA pada Allah … PERINTAH yang kita cinta malah diLANGGAR = PENGKHIANAT CINTA Allah= MUNAFIK/bohong cinta pd Allah

manusia MUNAFIK …. mengaku CINTA pada Allah … tetapi…..
PERINTAH Allah …. TIDAK dilaksanakan = “MUNAFIK cinta” pada Allah
LARANGAN Allah … malah diKERJAKAN = “MUNAFIK cinta” pada Allah
……………………………………………………………………………………….
Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah merasa cemburu. Dan seorang mukmin pun merasa cemburu. Adapun kecemburuan Allah itu akan bangkit tatkala seorang mukmin melakukan sesuatu yang Allah haramkan atasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/28] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)

MALAH mengerjakan PERBUATAN KEJI … yang diLARANG oleh yg kita CINTAI = MUNAFIK CINTA ….

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada satupun sosok yang lebih menyukai pujian kepada dirinya dibandingkan Allah. Oleh sebab itulah Allah pun memuji diri-Nya sendiri. Dan tidak ada seorang pun yang lebih punya rasa cemburu dibandingkan Allah, dikarenakan itulah maka Allah pun mengharamkan perkara-perkara yang keji.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Syarh Muslim li an-Nawawi [9/27] cet. Dar Ibnu al-Haitsam Tahun 2003)

MENCINTAI = apapun PERINTAH yg kita CINTAI –diKERJAkan– … apapun LARANGAN dari yg kita CINTAI –diJAUHi—

itulah makna CINTA pada ALLAh ….. CINTA SEJATI pada ALlah = BUKAN pengkhianat CINTA …. BUKAN munafik CINTA

Allah SWT berfirman :
“Apa saja yang dibawa Rasul kepada kalian, terimalah; Apa saja yang dilarangnya atas kalian, tinggalkanlah; dan bertaqwalah kalian kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya” (QS Al-Hasyr:7)

NERAKA …. diCIPTAkan Allah TANDA BUKTI “cinta” Allah pada MAKHLUK ciptannya {manusia, jin, Syetan, iblis)

iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
TANPA NERAKA ….hanya surga misalnya ….. MANUSIA .. akan semena-mena manusia lain … rampok, bunuh, perkosa, .. dst.. dst … kan TIDAK ada NERAKA …. semua masuk surga ?????

mujahidin /nabi muhammad …. mmebunuh MUSYRIK/KAFIR … karena perintah ALLAH…. karena ALLAH TIDAK ingin LEBIH BANYAK manusia LAGI …. yg HARUS DISIKSA/dibersihkan dg API .. di NERAKA
iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

(ibarat BAJU kotor harus dicuci sampai bersih …. sehingga bisa kita pakai bersih dari noda) … karena SYARAT alam surga = harus TIDAK banyak NODA kotoran DOSA …. di HATI/qalbunya

﴾ Al Baqarah:10 ﴿
Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta.
فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ ٱللَّـهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُوا۟ يَكْذِبُونَ ﴿البقرة:١۰﴾

maka …. manusia yang PALING di CINTAI Allah adalah NABI Muhammad SAW …. karena yg paling TAKWA … semua perintah Allah dikerjakan … semua LARANGAN Allah ditinggalkan

iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
apa gunanya mengaku CINTA … tetapi TANPA BUKTI ….. ???? apa gunanya PENGAKUAN itu …. MUNAFIK namanya
iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii

……………………….perintah perintah Allah ………….apakah yg melakukan perintah MANUSIA…. BUIH/ Al WAHN / MUNAFIK/FASIK ???/ impossible ……………..

Perintah untuk Memerangi Manusia Hingga Manusia Mengucapkan Tidak Ada Tuhan yang Berhak Disembah Selain Allah dan Muhammad,

Hadits Muslim 29

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ لَمَّا تُوُفِّيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاسْتُخْلِفَ أَبُو بَكْرٍ بَعْدَهُ وَكَفَرَ مَنْ كَفَرَ مِنْ الْعَرَبِ قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ لِأَبِي بَكْرٍ كَيْفَ تُقَاتِلُ النَّاسَ وَقَدْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَمَنْ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَقَدْ عَصَمَ مِنِّي مَالَهُ وَنَفْسَهُ إِلَّا بِحَقِّهِ وَحِسَابُهُ عَلَى اللَّهِ فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ وَاللَّهِ لَأُقَاتِلَنَّ مَنْ فَرَّقَ بَيْنَ الصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ فَإِنَّ الزَّكَاةَ حَقُّ الْمَالِ وَاللَّهِ لَوْ مَنَعُونِي عِقَالًا كَانُوا يُؤَدُّونَهُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقَاتَلْتُهُمْ عَلَى مَنْعِهِ فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ فَوَاللَّهِ مَا هُوَ إِلَّا أَنْ رَأَيْتُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ شَرَحَ صَدْرَ أَبِي بَكْرٍ لِلْقِتَالِ فَعَرَفْتُ أَنَّهُ الْحَقُّ

Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan, ‘Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah’, maka barangsiapa yg mengucapkan, ‘Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah’, maka sungguh dia telah menjaga harta & jiwanya dari (seranganku) kecuali dgn hak Islam, & hisabnya diserahkan kepada Allah.’ Maka Abu Bakar berkata, ‘Demi Allah, sungguh aku akan memerangi orang yg membedakan antara shalat & zakat, karena zakat adl (tuntuan) hak terhadap harta. Demi Allah, kalau mereka menghalangiku karena keengganan mereka sedangkan mereka pernah membayarnya kepada Rasulullah , aku tetap akan memerangi mereka karena keengganan mereka.’ Maka Umar bin al-Khaththab berkata, ‘Demi Allah tidaklah dia melainkan bahwa aku melihat Allah telah melapangkan dada Abu Bakar untuk memerangi (mereka) lalu aku mengetahui bahwa ia adl kebenaran’. [HR. Muslim No.29].

ALLAH MURKA … pada PARA manusia PENGKHIANAT CINTA … hanya mengaku CINTA pada Allah diMULUTnya saja ….. diBUAT BUTA oleh Allah …. sehingga TERJUN sendiri ke NERAKA

BUTA hatinya …. tidak BISA melihat kebenaran dan kesalahan/kezaliman di dunia … hanya TAKLID buta

﴾ Al Israa’:72 ﴿ <<<<<<,
Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).

﴾ Al Israa’:73 ﴿
Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkan kamu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong terhadap Kami; dan kalau sudah begitu tentulah mereka mengambil kamu jadi sahabat yang setia.
﴾ Al Israa’:74 ﴿
Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati)mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka,
﴾ Al Israa’:75 ﴿
kalau terjadi demikian, benar-benarlah Kami akan rasakan kepadamu (siksaan) berlipat ganda di dunia ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun terhadap Kami.

﴾ Al Maidah:71 ﴿
Dan mereka mengira bahwa tidak akan terjadi suatu bencanapun , maka (karena itu) mereka menjadi buta dan pekak, kemudian Allah menerima taubat mereka, kemudian kebanyakan dari mereka buta dan tuli (lagi). Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.

﴾ Al An’am:104 ﴿<<<<<<<< ……………. BUTA (tidak bisa membedakan BENAR dan salah …. untuk apa telah diberi AKAL???

Sesungguhnya telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka kemudharatannya kembali kepadanya. Dan aku (Muhammad) sekali-kali bukanlah pemelihara(mu).

CINTA pada ALLAH = HARUS TAKWA. {titik…. tidak usah berbelit-belit … menyimpang siurkan MAKNA cinta pada ALLAH)

Mengaku CINTA pada Allah … = harus TAKWA pada Allah
CINTA pada-Nya = Mengerjakan semua PERINTAH-Nya dan menjauhi semua LARANGAN-Nya. … CINTA pada Allah = DEKAT dg Allah
Di luar TAKWA = MUNAFIK, FASIK, KAFIR … = MENIPU Allah, mengKHIANATi Allah

…………………cemburu = tanda cinta ……………………
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
لَا أَحَدَ أَغْيَرُ مِنَ اللهِ وَلِذَلِكَ حَرَّمَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَلَا شَيْءَ أَحَبُّ إِلَيْهِ الْمَدْحُ مِنْ اللهِ وَلِذَلِكَ مَدَحَ نَفْسَهُ
“Tidak ada seorang pun yang lebih pencemburu daripada Allah, oleh karena itu Allah mengharamkan perbuatan-perbuatan keji, baik yang terlihat ataupun yang tersembunyi. Tidak ada satupun yang lebih senang dipuji melebihi Allah dan karena itulah Allah memuji diri-Nya sendiri.” (Muttafaq Alaih).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s