Bahaya Hutang ?


11392988_394092400800336_349036028604530537_n

============

Alloh Ta’ala ber-Firman:

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
WA-IN KAANA DZUU ‘USROTIN FANAZHIRATUN
ILA MAISAROTIN WA-AN TASHODDAQUU
KHOIRUN LAKUM IN KUNTUM TA’LAMUUN(A).

“Dan jika (orang berhutang itu) dalam kesukaran,
maka berilah tangguh, sampai dia berkelapangan.
Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang)
itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” – (QS.2:280)
_____________________

Hadits Nabi ﷺ mengenai hutang;

Rasulullahﷺ bersabda:

“DIAMPUNI SEMUA DOSA ORANG YANG MATI SYAHID,
KECUALI HUTANG”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1502]

Dari Abu Huroiroh, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda,
“Jiwa orang mukmin itu tergantung (tertahan)
dengan hutangnya sehingga hutang itu dibayar”.
[HR. Tirmidzi, dan ia berkata, “Ini hadits Hasan”,
juz 2, hal. 271, no. 1085]

Dari Abu Huroiroh bahwasanya Rosululloh ?
bersabda, “Jiwa orang mukmin itu tergantung
(tertahan) selama dia mempunyai tanggungan
hutang”. [HR. Ibnu Hibban juz 7, hal. 331, no. 3061]

Dari Abu Huroiroh RA, dari Nabiﷺ?, beliau
bersabda, “Barangsiapa mengambil (berhutang)
harta manusia, sedang dia ingin
mengembalikannya, maka اللَّهَ akan
mengembalikannya. Dan barangsiapa mengambil
(berhutang), sedang dia ingin membinasakannya
(tidak ingin mengembalikannya), maka Allah akan
membinasakan padanya”. [HR. Bukhari juz 3, hal. 82]

Dari Ibnu Umar, ia berkata : Rasulullahﷺ
bersabda, “Barangsiapa mati masih mempunyai
tanggungan hutang satu dinar atau satu dirham,
maka akan dibayarkan dari kebaikan-kebaikannya,
karena disana tidak berlaku dinar dan tidak pula
dirham”. [HR. Ibnu Majah juz 2, hal. 807, no. 2414,
dengan sanad hasan]

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir Al-Juhaniy, bahwasanya dia
berkata : Saya mendengar Rosulullohﷺ
bersabda kepada shahabatnya, “Janganlah kalian
membinasakan diri kalian”. Shahabat bertanya, “Ya
Rosulullohﷺ, dengan apa kami membinasakan diri
kami ?”. Beliau menjawab, “Dengan hutang”.
[HR. Hakim, dan ia berkata : Shahih sanadnya,
juz 2, hal. 31, no. 2216,.

Dari ‘Abdullah bin Abu Qotadah dari Abu Qotadah
bahwasanya dia mendengarnya ia menceritakan
dari Rosulullohﷺ, sesungguhnya beliau berdiri
diantara para shahabatnya memberi nasehat
kepada mereka. “Sesungguhnya jihad fii sabiilillaah
dan iman kepada اللَّهَ adalah amalan yang paling utama”.
Lalu ada seorang laki-laki berdiri dan bertanya,
“Ya Rosulullohﷺ, bagaimana pendapatmu jika saya
terbunuh fii sabiilillaah, apakah dosa-dosaku terhapus ?”.
Rosulullohﷺ bersabda, “Ya. Jika kamu terbunuh
fii sabiilillaah sedangkan kamu tetap sabar dan ikhlash,
maju terus menghadapi musuh tidak melarikan diri”.

Kemudian Rosulullohﷺ bertanya, “Apa yang
kamu tanyakan tadi ?”. Orang tersebut berkata,
“Bagaimana pendapat engkau jika aku terbunuh
fii sabiilillaah, apakah dosa-dosaku terhapus ?”.
Rosulullohﷺ bersabda, “Ya, jika kamu tetap
sabar dan ikhlash, maju terus menghadapi musuh
tidak melarikan diri, kecuali HUTANG!. Karena Jibril
AS berkata demikian kepadaku”. [HR. Muslim juz 3, hal. 1501]
__________________________
Wallohu ‘Alam bishShowab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s