Terasingnya sunnah dan pengikutnya


a

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Bismillaah..

KITA MULIA (INSYA ALLAH), MESKIPUN BANYAK YANG MENGHINA!

Perhatikan air sungai yang mengalir menuju sebuah muara! Seiring dengan semakin jauhnya ia dari sumber mata airnya maka semakin keruh dan kotor pula keadaannya. Demikianlah kira-kira keadaan Islam yang diamalkan oleh mayoritas kaum muslimin saat ini. Banyak sudah sampah-sampah ideologi yang disusupkan kepadanya dan bid’ah yang dianggap sebagai bagian darinya… Hal ini membuat orang yang tidak memiliki pijakan yang kokoh dalam beragama dengan mudah ikut hanyut dibawa aliran air sampah tersebut.

Namun, di sana masih ada kawasan air jernih yang masih terjaga dan belum terjamah oleh kotoran apapun. Air kawasan tersebut sangat bersih dan bening, sehingga sedikit saja kotoran yang masuk ke dalamnya dengan mudah dapat dikenali dan disingkirkan.

Ketahuilah, sesungguhnya Allah telah menjamin terpeliharanya kebenaran sampai saat datangnya angin yang berhembus lembut menjelang hari kiamat nanti, –yang dengan izin Allah- angin tersebut akan merenggut jiwa semua orang beriman yang disentuhnya.

Rasulullah shallalllahu’alaihi wa sallam bersabda:

لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين على الحق لا يضرهم من خذلهم حتى يأتي أمر الله وهم كذلك

“Akan senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang menang diatas kebenaran; tidak membahayakan mereka orang yang menghinakan mereka sampai datang keputusan Allah, sementara mereka dalam keadaan demikian.” [HR. Muslim no. 1920]

Para pengemban Sunnah Nabi yang suci akan senantiasa memperoleh pertolongan dari Allah sehingga mereka akan senantiasa dimenangkan atas musuh-musuh mereka sampai datang keputusan dari Allah, yaitu hari kiamat. Hari kiamat yang dimaksud disini adalah hari kiamat yang khusus bagi mereka, bukan hari kiamat saat hancurnya alam semesta, karena itu tidak akan terjadi melainkan pada seburuk-buruknya manusia. Baginda Rasul bersabda:

لا تقوم الساعة حتى لا يقال في الأرض الله الله

“Tidak akan tegak hari kiamat sampai tidak terdengar lagi orang yang menyebut: “Allah…Allah…” diatas permukaan bumi” [HR. Muslim no. 148]

al Hakim rahimahullah telah meriwayatkan sebuah hadits dari jalan ‘Abdullah bin ‘Amr bin al ‘Ash bahwasanya ia berkata:

ثم يبعث الله ريحا ريحها ريح المسك و مسها مس الحرير فلا تترك نفسا في قلبه مثقال حبة من الإيمان إلا قبضته ثم يبقى شرار الناس عليهم تقوم الساعة

“Kemudian Allah akan mengirim angin yang berhembus; aromanya seperti aroma misk dan sentuhannya seperti sentuhan sutera. Angin tersebut tidak membiarkan satu jiwa pun yang dihatinya terdapat keimanan sebesar biji dzarrah melainkan direnggutnya. Kemudian yang tersisa adalah seburuk-buruknya manusia. Pada merekalah hari kiamat akan terjadi.” [HR. al Hakim dalam Mustadraknya no. 8409; Ibnu Hibban no. 6839]

Ini adalah salah satu nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada umat ini. Allah tidak membiarkan mereka semuanya linglung ditengah-tengah belantara kesesatan tanpa ada bimbingan… Atau kebingungan dalam gulita kerusakan tanpa ada yang mengarahkan… Sesungguhnya Allah telah memutuskan akan adanya para pembawa lentera kebenaran yang menerangi jalan cinta dan keridhoan-Nya bagi siapa saja yang ingin menitinya, sampai hari kiamat nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s