Perkataan “Seandainya…” Membuka Pintu Syaitan


By: Ust Firanda Andirja ﺣﻔﻈﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ
_

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata :“Sungguh aku menggigit bara api hingga dingin lebih aku sukai daripadaaku berkata kepada suatu perkara yang telah ditetapkan oleh Allah : “Seandainya tidak terjadi”(Az-Zuhd, Abu Dawud hal 128).Dalam hadits:“Sesungguhnnya perkataan “seandainya” membuka amalan syaitan”

Diantara amalan syaitan:.

»Menjadikan pengucapnya seakan-akan protes terhadap keputusan dan takdir Allah, karena ucapan “seandainya” sering diucapkan tatkala terjadi apa yang tidak disukai.

»Menjadikan pengucapnya hanya berangan-angan sesuatu yg mustahil, kata pepatah: “Air susu ibu yang sudah dikeluarkan tidak bisa dimasukan kembali”. Dan syaitan suka seseorang mengangan-angankan sesuatu yang mustahil sehingga terlalaikan dari cita² yang mungkin diraih. Mengembalikan masa lalu adalah perkara yang mustahil.

»Menjadikan pengucapnya bersedih, dan diantara tujuan syaitan adalah menjadikan seorang mukmin bersedih agar ia futur dan terabaikan dari aktifitas-aktifitasnya yang bermanfaat, atau agar ia tidak bersemangat dalam beraktifitas.
Yang seharusnya diucapkan seorang mukmin tatkala mengalami sesuatu yang dibenci adalah “Qoddarollahu wa maa syaa-a fa’ala”(ini sudah taqdir Allah, dan Allah melakukan apa yang dikehendakiNya”.

Mari semangat beraktifitas…, yang berlalu biarlah berlalu…, jadikan sebagai pelajaran untuk memperbaiki yang ada dihadapan kita… —

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s