STOP RIYA


sttop

bahaya RIYA’ …. = penyebab SYUHADA, ILMUWAN, DERMAWAN …. diLEMPAR ke NERAKA

Mengingat pentingnya ikhlas dalam bermal, maka Allah SWT mengecam perilaku riya. Di samping itu, Allah mengingatkan orang-orang mukmin akan kesia-siaan suatu amal jika dilakukan karena bermaksud mencari kedudukan atau pujian di sisi manusia (QS 2:264-265; 4:38, 142; 8:47; 107:5-7).

Selain ayat-ayat Quran di atas, banyak hadits yang mengingatkan kita akan bahaya riya. Dalam sebuah hadits shahih diceritakan tentang tiga golongan manusia yang pertama kali dihisab Allah, yaitu syuhada, orang berilmu, dan para dermawan. Sesungguhnya orang yang pertama diadili pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid. Dia didatagkan ke pengadilan da diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmat yang telah diterimanya, maka dia pun mengakuinya.

Allah bertanya, “Apa yang engkau perbuat dengan nikmat-nikmat itu?” Dia menjawab, “Aku berperang karena Engkau hingga mati syahid.” Allah berfirman, “Engkau dusta. Engkau berperang supaya dikatakan, ‘Dia adalah orang yang gagah berani’, dan memang begitulah yang dikatakan orang (tentang dirimu).”Kemudian Allah memerintahkan agar dia diseret dengan muka tertelungkup lalu dilemparkan ke dalam neraka.

Berikutnya (yang diadili) adalah seorang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al Quran. Dia didatangka ke pengadilan lalu diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmat Allah yang telah diterimanya, maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apa yang engkau perbuat dengan nikmat-nikmat itu?” Dia menjawab, “Aku mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta aku membaca Al Quran karena-Mu.”

Allah berfirman, “Engkau dusta. Engkau mempelajari ilmu agar dikatakan, ‘Dia adalah orang yang berilmu’, da begitulah yang dikatakan orang (tentang dirimu).” Kemudian Allah memeritahkan agar dia diseret dengan muka tertelungkup lalu dilemparkan ke dalam neraka.

Berikutnya (yang diadili) adalah orang yang diberi kelapangan hidup oleh Allah dan juga diberi-Nya berbagai macam harta. Lalu dia didatangkan ke pengadilan dan diperlihatkan kepadanya nikmat-nikmat yang telah diterimanya, maka dia pun mengakuinya. Allah bertanya, “Apa yang engkau perbuat dengan nikmat-nikmat itu?” Dia menjawab, “Aku tidak meninggalkan satu jalan pun yang Engkau suka agar dinafkahkan harta, melainkan aku pun menafkahkannya karena-Mu.” Allah berfirman, “Engkau dusta. Engkau melakukan hal itu agar dikatakan, ‘Dia seorang pemurah’, dan memang begitulah yag dikatakan orang (tentang dirimu).” Kemudian Allah memerintahkan agar dia diseret dengan wajah tertelungkup lalu dilemparkan ke dalam neraka (H.R Muslim, Nasa’i, Tirmidzi, dan Ibnu Hiban).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s