::: NASEHAT DAN TELADAN IMAM SYAFI’I rahimahullahu Ta’ala :::


12141693_1611832902411204_1677554891639500072_n
Oleh :
Ustadz Abdul Basith, Lc Hafidzahullah

Siapakah yang tidak mengenal imam Syafi’i?, terlebih kita yang tinggal di negeri ini, tentunya telinga kita tidak asing mendengar nama beliau. Beliau adalah seorang ulama besar yang diakui karena keluasan dan kedalaman ilmu agamanya.

Berikut ini nasehat dan teladan dari imam Syafi’i rahimahullahu Ta’ala:

AGAR TIDAK UJUB DENGAN AMAL KITA

إذا خفت على عملك العجب، فاذكر رضى من تطلب، وفي أي نعيم ترغب، ومن أي عقاب ترهب، فمن فكر في ذلك، صغر عنده عمله.

“Apabila engkau takut tertimpa penyakit ujub ketika engkau beramal, maka ingat-ingatlah selalu:
1. Ridha siapa yang engkau cari?
2. Kenikmatan apa yang engkau inginkan?
3. Hukuman apa yang engkau takuti?,
Barang siapa yang memikirkan hal itu, maka dia akan menganggap amalannya kecil”.

* Banyak diantara kita yang terkena sifat ujub, merasa bangga bisa shalat, bisa sedekah, bisa puasa, bisa haji, bisa umroh, dsb. Padahal yang memberi taufik dan kemudahan kepada kita dalam melakukannya adalah Allah Tabaaroka wa Ta’ala.

BEKAL YANG JELEK

بئس الزاد إلى المعاد العدوان على العباد.

“Sejelek-jelek bekal menuju akhirat adalah mempunyai permusuhan dengan manusia”.

* Jangan memusuhi orang yang tidak bersalah, apalagi memusuhi orang yang mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya.

KEDERMAWANAN

قال ابن عبد الحكم: كان الشافعي أسخى الناس بما يجد، وكان يمر بنا، فإن وجدني، وإلا قال: قولوا لمحمد إذا جاء: يأتي المنزل، فإني لا أتغدى حتى يجيء.

Ibnu Abdil Hakam menceritakan: imam Syafi’i adalah orang yang paling dermawan, dan dahulu beliau pernah melewati kami, jika beliau mendapatiku maka (beliau mengajakku bersamanya), namun jika beliau tidak mendapatiku, maka beliau berpesan: kalau Muhammad sudah datang, suruhlah dia ke rumahku, karena aku tidak akan makan siang sampai dia datang.

* Tidak ada yang lebih indah dalam hidup kita tatkala bisa berbagi kebahagiaan dengan sesama, walaupun hanya dengan memberi sesuap nasi atau setetes air minum. Masih banyak saudara kita yang hidupnya berteman dengan rasa lapar dan dahaga.

MEMANFAATKAN WAKTU MALAM

قال الربيع بن سليمان: كان الشافعي قد جزأ الليل: فثلثه الأول يكتب، والثاني يصلي، والثالث ينام.

Ar- Robi’ bin Sulaiman menuturkan: bahwa imam Syafi’i membagi malamnya menjadi tiga bagian, sepertiga malam pertama untuk menulis, sepertiga malam kedua untuk melaksanakan shalat, dan sepertiga malam ketiga untuk istirahat tidur.

* Waktu malam amatlah panjang, jangan kita perpendek dengan tidur kita.

KEMAHIRAN PANAH

Imam Syafi’i termasuk orang yang sangat menyukai memanah. Beliau bercerita:

وكنت أصيب من العشرة تسعة

Ketika aku memanah, sembilan panahku mengenai sasaran dari sepuluh panah yang aku lempar.

* Bekali diri kita dengan keterampilan bela diri, atau memanah, atau naik kuda, arau berenang, dsb. Agar kita dapat menjaga dan melindungi diri kita.

JANGAN SAMPAI KENYANG

حدثنا الربيع، سمعت الشافعي يقول: ما شبعت منذ ست عشرة سنة إلا مرة، فأدخلت يدي فتقيأتها. رواها ابن أبي حاتم عن الربيع، وزاد: لأن الشبع يثقل البدن، ويقسي القلب، ويزيل الفطنة، ويجلب النوم، ويضعف عن العبادة

Ar- Robi’ menceritakan kepada kami: aku pernah mendengar imam Syafi’i mengatakan: selama 16 tahun, aku tidak pernah makan sampai merasakan kenyang kecuali sekali saja dan itupun aku muntahkan. Karena rasa kenyang itu dapat memberatkan badan, mengeraskan hati, menghilangkan kecerdasan, membuat ingin tidur, dan melemahkan untuk beribadah.

* Makan dan minumlah, namun jangan berlebih-lebihan.

MEMILIH DAN MENGIKUTI SABDA NABI

قال: إذا صح الحديث فهو مذهبي، وإذا صح الحديث، فاضربوا بقولي الحائط.

Beliau berkata: Apabila sebuah hadits ditetapkan shahih, maka hadits tersebut adalah mazhabku, dan apabila datang sebuah hadits shahih, maka lemparkanlah perkataanku ke tembok.

* Jauhkan diri kita sikap fanatik, baik fanatik terhadap orang ataupun golongan. Kita hanya boleh “fanatik” kepada Nabi Muhammad, yang maksum (terjaga dari kesalahan), sedangkan manusia lainnya tak dijamin terjaga dari kesalahan dan kekeliruan.

[Nasehat dan teladan imam Syafi’i diatas, dinukil dari kitab Siyar a’lam an-Nubala’, karya imam adz-Dzahabi]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s