CINTA MENURUT AL QUR’AN


12075102_417680188432462_7129082164044995226_n12079499_417680185099129_3949076804181793378_nPengertian Cinta Menurut Qur’an

Menurut hadis Nabi, orang yang sedang jatuh cinta cenderung selalumengingat dan menyebut orang yang dicintainya (man ahabba syai’ankatsura dzikruhu), kata Nabi, orang juga bisa diperbudak oleh cintanya(man ahabba

syai’an fa huwa `abduhu). Kata Nabi juga, ciri dari cintasejati ada tiga :

(1) lebih suka berbicara dengan yang dicintaidibanding dengan yang lain,

(2) lebih suka berkumpul dengan yangdicintai dibanding dengan yang lain, dan

(3) lebih suka mengikutikemauan yang dicintai dibanding kemauan orang lain/diri sendiri. Bagiorang yang telah jatuh cinta kepada Alloh SWT, maka ia lebih sukaberbicara dengan Alloh Swt, dengan membaca firman Nya, lebih sukabercengkerama dengan Alloh SWT dalam I`tikaf, dan lebih suka mengikutiperintah Alloh SWT daripada perintah yang lain. Dalam Qur’an cinta memiliki 8 pengertian berikut ini penjelasannya:

1. Cinta mawaddah adalah jenis cinta mengebu-gebu, membara dan”nggemesi”. Orang yang memiliki cinta jenis mawaddah, maunya selaluberdua, enggan berpisah dan selalu ingin memuaskan dahaga cintanya. Iaingin memonopoli cintanya, dan hampir tak bisa berfikir lain.

2. Cinta rahmah adalah jenis cinta yang penuh kasih sayang, lembut,siap berkorban, dan siap melindungi. Orang yang memiliki cinta jenisrahmah ini lebih memperhatikan orang yang dicintainya dibandingterhadap diri sendiri. Baginya yang penting adalah kebahagiaan sangkekasih meski untuk itu ia harus menderita. Ia sangat memaklumikekurangan kekasihnya dan selalu memaafkan kesalahan kekasihnya.Termasuk dalam cinta rahmah adalah cinta antar orang yang bertaliandarah, terutama cinta orang tua terhadap anaknya, dan sebaliknya. Dariitu maka dalam al Qur’an , kerabat disebut al arham, dzawi al arham ,yakni orang-orang yang memiliki hubungan kasih sayang secara fitri,yang berasal dari garba kasih sayang ibu, disebut rahim (dari katarahmah). Sejak janin seorang anak sudah diliputi oleh suasanapsikologis kasih sayang dalam satu ruang yang disebut rahim. Selanjutnya diantara orang-orang yang memiliki hubungan darahdianjurkan untuk selalu ber silaturrahim, atau silaturrahmi artinyamenyambung tali kasih sayang. Suami isteri yang diikat oleh cintamawaddah dan rahmah sekaligus biasanya saling setia lahir batin-duniaakhirat.

3. Cinta mail, adalah jenis cinta yang untuk sementara sangat membara,sehingga menyedot seluruh perhatian hingga hal-hal lain cenderungkurang diperhatikan. Cinta jenis mail ini dalam al Qur’an disebutdalam konteks orang poligami dimana ketika sedang jatuh cinta kepadayang muda (an tamilu kulla al mail), cenderung mengabaikan kepada yanglama.

4. Cinta syaghaf. Adalah cinta yang sangat mendalam, alami, orisinildan memabukkan. Orang yang terserang cinta jenis syaghaf (qadsyaghafaha hubba) bisa seperti orang gila, lupa diri dan hampir-hampirtak menyadari apa yang dilakukan. Al Qur’an menggunakan term syaghafketika mengkisahkan bagaimana cintanya Zulaikha, istri pembesar Mesirkepada bujangnya, Yusuf.

5. Cinta ra’fah, yaitu rasa kasih yang dalam hingga mengalahkannorma-norma kebenaran, misalnya kasihan kepada anak sehingga tidaktega membangunkannya untuk salat, membelanya meskipun salah. Al Qur’anmenyebut term ini ketika mengingatkan agar janganlah cinta ra`fahmenyebabkan orang tidak menegakkan hukum Allah, dalam hal ini kasushukuman bagi pezina (Q/24:2).

6. Cinta shobwah, yaitu cinta buta, cinta yang mendorong perilakupenyimpang tanpa sanggup mengelak. Al Qur’an menyebut term ni ketikamengkisahkan bagaimana Nabi Yusuf berdoa agar dipisahkan denganZulaiha yang setiap hari menggodanya (mohon dimasukkan penjara saja),sebab jika tidak, lama kelamaan Yusuf tergelincir juga dalam perbuatanbodoh, wa illa tashrif `anni kaidahunna ashbu ilaihinna wa akun min aljahilin (Q/12:33)

7. Cinta syauq (rindu). Term ini bukan dari al Qur’an tetapi darihadis yang menafsirkan al Qur’an. Dalam surat al `Ankabut ayat 5 dikatakan bahwa barangsiapa rindu berjumpa Allah pasti waktunya akantiba. Kalimat kerinduan ini kemudian diungkapkan dalam doa ma’tsurdari hadis riwayat Ahmad; wa as’aluka ladzzata an nadzori ila wajhikawa as syauqa ila liqa’ika, aku mohon dapat merasakan nikmatnyamemandang wajah Mu dan nikmatnya kerinduan untuk berjumpa dengan Mu.Menurut Ibn al Qayyim al Jauzi dalam kitab Raudlat al Muhibbin waNuzhat al Musytaqin, Syauq (rindu) adalah pengembaraan hati kepadasang kekasih (safar al qalb ila al mahbub), dan kobaran cinta yangapinya berada di dalam hati sang pecinta, hurqat al mahabbah wa iltihab naruha fi qalb al muhibbi

8. Cinta kulfah. yakni perasaan cinta yang disertai kesadaran mendidikkepada hal-hal yang positip meski sulit, seperti orang tua yangmenyuruh anaknya menyapu, membersihkan kamar sendiri, meski adapembantu. Jenis cinta ini disebut al Qur’an ketika menyatakan bahwaAllah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kemampuannya, layukallifullah nafsan illa wus`aha (Q/2:286)Salam Cinta,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s