LENTERA YANG MULAI REDUP


12088510_528283513997482_4248864927179667178_nLenteraku Mulai Redup
By: Ust DR. Syafiq Basalamah. MA
_
Bismillah.
Alhamdulillahilladzi bini’matihi tatimush-shalihat.
.
Syaikh al-Albani rahimahullah:
Perjalanan kita jauh,
tidak penting sampai dimana jarak yang ditempuh, yang utama kita masih di jalur-Nya.
Jalan ke surga itu terjal dan menanjak. Maka perlu
kesungguhan, istiqamah dan waspada di setiap langkah dengan memohon pertolongan kepada Allah Azza wa jalla.
.
Kita perlu cahaya dari Allah Ta’ala untuk menentukan jalan yang benar dan lurus dengan
menuntut ilmu syar’i terus
menerus.
.
Bila ada masalah besar, angin besar yang menerjang, maka cahaya/lentera iman kita akan
meredup hingga kadang mati.
Maka perlu ada kesiapan
korek api untuk menyalakan lagi cahaya yang padam tersebut.
.
Ibarat lain Lentera adalah
batere HP yang perlu dicharge ulang setiap mendekati lowbat. Jangan sampai batere HP
tersebut sekarat, tidak bisa dicharge lagi. Allahul
musta’an.
.
Musuh-musuh Allah selalu
berusaha menghalangi kita menuju surga dengan langkah mulus. Namun mereka selalu
mematikan lentera yang
menunjuki jalan ke surga
dengan berbagai cara dan menyeret kita secara perlahan agar mengikuti agama mereka.
.
Islam adalah cahaya Allah Azza wa jalla.
Iman diibaratkan pakaian
yang bisa usang bila dipakai terus menerus. Maka perlu diperbaharui.
.
Juga iman diibaratkan
rembulan.
Disaat purnama pun akan
gelap bila tertutup mendung tebal.
.
Demikianlah iman bertambah dengan amal shalih dan berkurang dengan perbuatan dosa.
.
Hidup di dunia tak lepas dari ujian. Bergilir, setelah bahagia, datang masa berduka, airmata berubah jadi tawa, susah senang bergantian setiap episode yang terjalani.
.
Tanda-tanda Lentera mulai redup:
1. Terjerumus kepada
kemaksiatan / berbuat dosa.
2. Merasakan kerasnya hati.
3. Ibadahnya tidak sempurna / tidak khusyu’.
4. Malas yang menjadi-jadi.
5. Hati menjadi sempit / cepat marah.
6. Tidak terpengaruh dengan ancaman2 Allah
Ta’ala.
7. Lalai dari dzikrullah.
8. Ketika ditimpa musibah,
mereka bingung, panik, tidak bersabar.
9. Bakhil, kikir untuk berbagi.
10.Hubud dunya/cinta dunia.
11.Tidak perduli urusan umat Islam.
.
Faktor penyebab iman lemah:
1. Jauh dari lingkungan
pendukung keimanan.
2. Putus dari menuntut ilmu syar’i.
3. Berada di tengah-tengah pelaku kemaksiatan.
4. Panjang angan-angan.
5. Banyak makan, minum dan bergaul.
.
Cara menghidupkan lentera yang meredup:
1. Tadabbur Al Qur’an.
2. Menghidupkan dalam hati mengagungkan Allah Ta’ala.
3. Sering hadir ke majelis ilmu.
4. Ziarah kubur.
5. Bervariasi dalam
beribadah / menambah
amalan-amalan sunnah.
6. Takut su’ul khatimah.
7. Berdzikir yang banyak.
8. Loyalitas pada umat Islam dan berlepas diri dari orang kuffar.
9. Tawaddu’, jangan sombong.
10. Muhasabah / menghisab diri (intropeksi diri, pent).
11. Berkunjung ke orang-
orang shalih..minimal dapat nasehat dan ilmu Beliau.
12. Berkunjung ke rumah sakit akan menambah rasa syukur kepada Allah Azza wa jalla.
13. Refreshing.
14. Berdoa kepada Allah Azza wa jalla.
.
Agama itu mudah, jiwa itu
butuh refreshing, hiburlah dengan hal yang mubah asal tidak berlebihan.
.
Mu’adz bin Jabal berkata:
“Wajib atas kalian untuk
menuntut ilmu, sesungguhnya mempelajari ilmu (dengan
ikhlas) karena Allah
merupakan kasyyah,
mengkajinya merupakan
ibadah, mengingatnya merupakan tasbih, dan membahasnya merupakan jihad“.
[Ibnul-Qayyim – Miftah Daaris- Sa’adah 1/131-132; Maktabah Al-Misykah]
.
Wallahu ta’ala a’lam.
.
Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s