BERSELAWATLAH


KE

»»» Begitu Cintanya Baginda Nabi Muhammad Shollallohu ‘Alaihi Wa’ala Alihi Washohbihi Wasallam Kepada Umatnya «««

“Sujud Selama 3 hari 3 malam, Hadrotur Rosul Nabiyuna Muhammad ‘Shollallohu ‘alaihi wa’ala alihi washohbihi wasallam’ memohonkan ampun kepada ALLOH Jalla Jalaluh atas dosa-dosa kita umatnya.”

Suatu hari Malaikat Jibril As datang menemui Sayyiduna Rasulullah SAW dalam keadaan ketakutan dan bertabaruk kepadanya. Maka Rasulullah SAW bertanya : “Ada apa wahai Jibril?” Malaikat Jibril menjawab : “Wahai Muhammad, sesungguhnya hari ini Allah SWT sedang mengobarkan nyala api neraka, maka seluruh malaikat amat ketakutan. Mereka tidak tahu harus bagaimana, untunglah aku ingat bahwa engkau adalah sumber cinta dan sayang Allah kepala alam semesta. Justru itulah aku di sini, untuk bertabaruk dengan cinta Allah yang ada pada dirimu.”

Sayyiduna Rasulullah SAW terdiam beberapa saat, lalu bertanya : “Wahai Jibril, Shif lii washfan naar, Ceritakan padaku bagaimanakah neraka itu sesungguhnya.” Jibril menjawab : “Wahai Muhammad, neraka itu bagaikan lobang lobang yang terdiri dari tujuh tingkat, dimana jarak antara satu lobang dengan yang lain adalah 70 tahun perjalanan. Lobang yang paling bawah adalah yang paling panas.”

Sayyiduna Rasulullah Saw betanya : “Lalu siapakah penghuni lobang lobang neraka itu wahai Jibril?” Malaikat Jibril menjawab : “Lobang yang paling bawah
diciptakan untuk orang orang munafik, lobang berikutnya untuk penyembah berhala. Lalu untuk penyembah bintang dan matahari. Malaikat Jibril terus menerangkan penghuni tingkatan lobang lobang itu, hingga lobang neraka yang ke lima tempatnya umat Yahudi dan ke enam Nasrani.” Lalu kemudian Jibril diam cukup lama.

Sayyiduna Rasulullah SAW bertanya : “Wahai Jibril, siapakah penghuni neraka yang ketujuh?” Malaikat Jibril diam. Dan Sayyiduna Rasulullah SAW bertanya lagi, namun Malaikat Jibril tetap diam.

Sayyiduna Rasulullah SAW mendesak lagi. Akhirnya Jibril berkata : “Ummatmu wahai Muhammad, mereka itu para pelaku dosa besar di kalangan Ummatmu yang dimana sampai mereka mati tapi belum sempat bertaubat.”

Mendengar jawaban Malaikat Jibril As, Sayyiduna Rasulullah SAW langsung jatuh pingsan. Malaikat Jibril As merangkulnya dan meletakkan tubuh baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW di atas pangkuannya, tidak berapa lama Sayyiduna Rasulullah SAW sadar dan langsung menangis bersimbah air mata, sambil terisak-isak Baginda Nabi Muhammad SAW bertanya : “Yaa Jibril, awayadkhulu ummatii an naar? Wahai Jibril apakah memang ada di antara umatku yg masuk neraka?” Malaikat Jibril menjawab “benar wahai Muhammad, pelaku dosa besar di antara umatmu yang belum bertaubat.”

Setelah itu Baginda Nabi Muhammad SAW langsung menghadap Qiblat dan sujud menyembah Allah SWT dalam isakan tangis, sesekali dengan lirih perlahan Beliau membisikkan kata kata “Ummati ya Rabb…ummatii… ummatii…ummatii.”

Beliau Baginda Nabi Muhammad SAW tidak mengangkat kepalanya dalam keadaan seperti itu selama tiga hari tiga malam, kecuali setiap Bilal bin Rabah mengumandangkan adzan Beliau barulah bangkit untuk menjadi imam dan setelahnya kembali sujud.

Pada hari ketiga Abu Bakar Ra. menyadari hal ini, dia mengetuk pintu rumah Baginda Rasulullah SAW dan mengucapkan salam tiga kali, namun tidak ada jawaban. Sayyiduna Abu Bakar Ra sedih dan berseru di pintu Sayyiduna Nabi SAW. “Hal ilaa bayti Rasulillah min sabiil?” bolehkah saya masuk ke rumahmu ya Rasulullah? Tetap tidak ada jawaban.

Lalu beliau menangis dan melangkah pulang, di jalan beliau bertemu Sayyiduna Umar Ra. “Mengapa engkau menangis wahai Abu Bakar?” Sayyiduna Abu Bakar menceritakan keadaan Baginda Rasulullah SAW, Maka Sayyiduna Umar Ra. pun melangkah ke rumah Baginda Nabi SAW dan terjadilah hal yg sama, Sayyiduna Umar Ra. pun pulang dan menangis.

Di jalan beliau bertemu Sayyiduna Salman Al-Farisi Ra., sambil terisak2 Sayyiduna Umar Ra. bercerita kepada Salman Al-Farizi. Sayyiduna Salman Al-Farizi pun amat sedih. Namun dia tidak berani mengulang hal yang sama, Sayyiduna Salman Al-Farizi Ra. pun melangkah ke rumah Sayyidah Fatimah Ra. dan menceritakan hal itu.

Setengah berlari Sayyidah Fatimah Ra. menuju rumah Sayyiduna Nabi SAW dan mengetuk pintu sambil mengucapkan salam, mendengar suara lembut putri tercinta sejuklah dada Baginda Nabi SAW.
Baginda Nabi Muhammad bangkit dari sujud dan membuka pintu, Alangkah terkejutnya Sayyidah Fatimah Ra melihat Baginda Nabi SAW yg amat kurus dan pucat.

Sayyidah Fatimah memeluknya lalu menangis, “Wahai ayahanda apa yang terjadi dan mengapa engkau sedih seperti ini?” Sayyiduna Rasulullah SAW kembali menangis dan berkata dengan suara lirih, “Wahai Fatimah belahan jiwaku, bagaimana mungkin aku tidak sedih. Malaikat Jibril mengatakan akan ada kelak ummatku yang akan masuk neraka.”

Kedua anak dan bapak itupun menangis bersimbah air mata… Subhanallaah!
————————–
Sayyiduna Nabi Muhammad Rasulullah Saw. begitu amat mencintai ummatnya, tapi kenapa kita sebagai ummatnya malah lalai dalam menjalankan syari’at yang di ajarkannya?

Dan kenapa kita ummatnya malas untuk memperbanyak sholawat dan bahkan ada golongan yang mengatakan memperbanyak shalawat dengan bilangan-bilangan tertentu sesat dan bersholawat memakai “Sayyidina” sebagai rasa hormat kita ummatnya dikatakan bid’ah bahkan sesat. Berfikirlah kalian wahai ummat yang di cintainya, tapi golongan kalian tidak ada rasa hormatnya kepada Beliau. “Na’udzu Billahi Min Dzalik.!”

Yuk kita bershalawat dan memperbanyak baca-bacaan sholawat kepada Beliau Saw. yang begitu menyayangi kita sebagai ummatnya.!

»»» “Allohumma Sholli Wasallim Wabarik ‘Ala Sayyidina Muhammad, wa’ala alihi washohbihi wabrik wasallim ajma’in ” «««
………………………………………….
“Ya Allah sampaikanlah salam kepada bagina Nabi Muhammad dan kepada keluarganya, kepada para shahabatnya semua..aamiin”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s