MAKA NIKMAT TUHANMU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN


ar rahmanHUJAN deras mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya pada Jum’at sore (30/10/2015) sekitar pukul 15.30 WIB.

Turunnya hujan ini berlangsung tak lama setelah shalat istisqa di Lapangan Sempur, Bogor, yang dihadiri Walikota Bogor Bima Arya, MUI Kota Bogor, jajaran TNI dan Polisi, serta ratusan warga Bogor.

Hujan deras yang telah dirindukan warga Bogor ini langsung disambut tangis dan sujud syukur jamaah yang telah memadati lokasi shalat sejak pukul 13.30 WIB.

Ucapan tahlil, tahmid, dan takbir bergema dikumandangkan jamaah menyambut turunnya hujan.

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar”, ujar seorang remaja berkopiah sambil sujud di atas lapangan.

“Alhamdulillah hujan ya Allah,” tukas yang lainnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Hari Jum’at itu 12 Jam, tidak ada seorang muslimpun yang memohon sesuatu kepada Allah, dalam waktu tersebut, melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat, (ingatlah) bahwa akhir dari waku tersebut jatuh setelah ashar” (HR.Abu Dawud, an-Nasaa’i dan al-Hakim, lihat Shohiihut Targhiib wat Tarhiib no.703)

Setelah lama terjadi kemarau panjang, lalu dengan adanya doa dan istighfar yang dipanjatkan dengan ikhlas maka Allah Ta’ala turunkan hujan seketika dengan derasnya.

Lalu apakah dengan kejadian ini masih ada keraguan pada dirimu akan adanya Allah Ta’ala…?

Masih ragukah engkau akan kekuasaan Allah dan kebesaran-Nya…?

Masih ragukah engkau akan pertolongan dan perlindungan-Nya…?

Benarlah firman Allah Ta’ala :

“…Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai” (QS. 71:10-12)

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?” (QS. 55:16)

Jika merasa yakin bahwa seluruh nikmat itu berasal dari Allah dan Allah-lah sumber dari segala kenikmatan, lalu mengapa tidak ada perubahan pada diri ini dan masih saja senantiasa berbuat dosa serta bermaksiat kepada-Nya…?

إذا أنعم الله على الإنسان بنعمة
كيف يعرف إن كانت نعمة أم فتنة
إذا كانت قربته إلى الله فهي نعمة
و إذا كانت أبعدته عن الله فهي فتنة

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah di tanya :

“Ketika Allah Ta’ala memberikan suatu kenikmatan kepada seseorang, bagaimanakah ia bisa mengetahui bahwa kenikmatan yang diberikan tersebut adalah kenikmatan atau hanyalah sebuah fitnah [cobaan] ?”

Beliau menjawab :

“Jika kenikmatan tersebut mendekatkan dirinya kepada Allah maka kenikmatan tersebut adalah sebuah kenikmatan…Jika kenikmatan tersebut justru menjauhkan dirinya dari Allah maka maka kenikmatan tersebut hanyalah fitnah [cobaan] baginya…”

Ulama lainnya berkata :

كل نعمة لا تقرب من الله عز و جل فهي بلية

“Setiap kenikmatan yang tidak mendekatkan seseorang kepada Allah ‘Azza wa Jalla maka (hakikatnya) itu adalah musibah”

Abu ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata :

من لم يعرف نعمة الله عليه إلا في مطعمه ومشربه فقد قل عمله وحضر عذابه ومن لم يكن غنياً عن الدنيا فلا دنيا له

“Barangsiapa yang tidak mengenali kenikmatan Allah terhadap dirinya selain urusan makanan dan minumannya, maka sungguh sedikit ilmunya dan telah datang adzab untuknya. Dan barangsiapa tidak pernah merasa cukup dengan (harta) dunia, maka ia tidak akan memperoleh (kenikmatan) dunia”

Wallahul Muwaffiq (NUB)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s