PENYESALAN PARA PENGHUNI NERAKA


penyesalan

MENYESAL setelah MATI ??? …… apa GUNAnya ???
………… MATI lalu diSIKSA di BARZAKH …. di AKhirat di NERAKA???
………………………………………..
penyesalan-penyesalan MANUSIA di akhirat sebagai akibat dari amalan-amalan manusia di dunia

1. Penyesalan orang-orang munafik setelah menyaksikan kemenangan dan kejayaan orang-orang beriman:

“Wahai kiranya saya ada bersama-sama mereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula).” [Surat 4 An-Nisa’, ayat 73]

2. Penyesalan orang yang menyekutukan Allah setelah menyaksikan kerugiannya:

“Aduhai kiranya dulu aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku.” [Surat 18 Al-Kahfi, ayat 42]

3. Penyesalan orang yang menyimpang dari ajaran Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam pada hari kiamat nanti:

“Aduhai kiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama-sama Rasul.” [Surat 25 Al-Furqon, ayat 27]

4. Penyesalan orang yang salah dalam memilih sahabat sehingga menjadikannya menyimpang dari ajaran Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam pada hari kiamat nanti:

“Kecelakaan besarlah bagiku; kiranya aku (dulu) tidak menjadikan sifulan itu teman akrab(ku).”[Surat 25 Al-Furqon, ayat 28]

5. Penyesalan orang menerima catatan amalnya dengan tangan kirinya pada hari kiamat nanti karena amal buruknya ketika di dunia:

“Adapun orang yang diberikan kepadanya kitabnya dari sebelah kirinya, maka dia berkata: “Wahai alangkah baiknya kiranya tidak diberikan kepadaku kitabku (ini).” [Surat 69 Al-Haqqoh, ayat 25]

6. Penyesalan orang kafir pada hari kiamat nanti karena dibakar di neraka selamanya:

“Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah.” [Surat 78 An-Naba’, ayat 40]

7. Penyesalan pada hari kiamat karena kurang dalam beramal kebaikan:

“Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini.” [Surat 89 Al-Fajr, ayat 24]

8. Penyesalan ahli neraka:

“Kiranya kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman.” [Surat 6 Al-An’am, ayat 27]

9. Penyesalan karena tidak taat kepada Allah dan RasulNya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam:

“Alangkah baiknya, andaikata kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.” [Surat 33 Al-Ahzab, ayat 66]

Semuanya adalah harapan dan penyesalan yang telah terlambat pada saat itu..!

Saat ini, ketika kita masih di dunia dan ketika jiwa di kandung badan, kita masih bisa memperbaikinya.. Masih ada waktu dan kesempatan untuk menjadi orang baik dan menutup umur dengan yang terbaik, husnul khotimah..

Sesal dahulu pendapatan, sesal setelah MATI …. tiada guna..
……………………………………..
Allah SWT telah menyediakan suatu tempat di akhirat nanti. Tempat yang saling berlawanan. yang pertama tempat yang begitu nyaman dan bagi mereka yang telah di tetapkan oleh Allah untuk tinggal di situ (SYURGA), mereka tidak akan mau pergi ke tempat yang lain, mereka betah tinggal di tempat itu. Berbeda dengan tempat yang kedua. tempat ini justru yang paling di takutkan oleh umat manusia (NERAKA). Mereka yang tinggal di situ tak akan betah, mereka ingin segera mungkin untuk keluar.
Dua tempat yang berlawanan itu adalah surga dan neraka. Surga tidak perlu di sangsikan lagi, semua yang hidup ingin sekali masuk ke dalamnya dan menikmati fasilitasnya. Berbeda dengan neraka semua makhluk tidak ada yang bercita-cita masuk ke dalamnya, apalagi tinggal di dalamnya.

Al-Qur’an menggambarkan kedua tempat dan ucapan-ucapan penghuni keduanya. Bagi penghuni surga perkataannya begitu bahagia tinggal di situ. Berbeda dengan penghuni neraka, penyesalan-penyesalan yang ada. mereka mengakui akan perbuatan-perbuatan yang buruk semasa hidup di dunia. Mereka para penghuni neraka ingin kembali ke dunia dan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik.

“Mereka menjawab, ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali lalu kami mengakui (kesalahan) dosa-dosa kami. Maka adakah sesuatu jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?” (Qs. Al-Mumin : 11)

“Ya Tuhan kami , keluarkan kami darinya (dan kembalikanlah kami ke dunia), maka jika kami kembali (juga kepada kekafiran), sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.” (Qs. Al-Muminun : 107)

Semoga kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang menyesal di neraka sana, tapi menyesal ketika masih di dunia karena pintu tobat masih terbuka lebar selama hayat dikandung badan.
Semoga di akhir hidup tidak dalam keadaan buruk atau Shuul khotimah.

Imam Al-Ghozali mengatakan sesuatu yang paling jauh adalah hari kemarin, karena hari kemarin tidak akan pernah kembali lagi. Dan sesuatu yang paling dekat adalah kematian, karena yang namanya kematian tidak ada yang tahu. Bisa hari ini, besok, atau satu jam kemudian.
selama masih ada waktu mari kita mengadakan perubahan pada diri kita untuk selalu berada pada jalur yang telah di tetapkan oleh Allah dan Rosul-Nya, Nabi Muhammad SAW.

Sobat, marilah kita berlomba-lomba dalam mencari kebaikan.
SEMOGA BERMANFAAT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s