Sandi Genetika Manusia dan Reproduksi ….. dalam Al Quran


gen

Dalam Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas disebutkan sebagai berikut.

Genetika (dipinjam dari bahasa Belanda: genetica, adaptasi dari bahasa Inggris: genetics, dibentuk dari kata bahasa Yunani γέννω, genno, yang berarti “melahirkan”) adalah cabang biologi yang mempelajari pewarisan sifat pada organisme maupun suborganisme (seperti virus dan prion). Secara singkat dapat juga dikatakan bahwa genetika adalah ilmu tentang gen dan segala aspeknya. Istilah “genetika” diperkenalkan oleh William Bateson pada suatu surat pribadi kepada Adam Chadwick dan ia menggunakannya pada Konferensi Internasional tentang Genetika ke-3 pada tahun 1906.

Bidang kajian genetika dimulai dari wilayah subselular (molekular) hingga populasi. Secara lebih rinci, genetika berusaha menjelaskan tentang:
•material pembawa informasi untuk diwariskan (bahan genetik),
•bagaimana informasi itu diekspresikan (ekspresi genetik), dan
•bagaimana informasi itu dipindahkan dari satu individu ke individu yang lain (pewarisan genetik).

Sifat-sifat (informasi) yang diwariskan pada keturunan dibawa dalam sperma dan sel telur (ovum). Secara lebih spesifik, informasi tersebut dibawa dalam sebuah “cetak biru” yang disebut kromosom yang berada dalam setiap intisel penyusun tubuh. Kromosom berisi dua untaian benang DNA yang berpilin (double helix). Pada DNA inilah tertulis (tercetak) informasi genetic yang meliputi berbagai hal tentang makhluk hidup tersebut, seperti bentuk dan warna rambut, warna mata, warna kulit, bentuk hidung, gigi, rahang, postur, warna suara, dan berbagai sifat lainnya. Informasi-informasi ini diwariskan melalui sel-sel kelamin manusia (sperma dan ovum).

Ilmu pengetahuan genetika sudah mengetahui bahwa dalam setiap sel tubuh manusia terdapat 46 kromosom, kecuali dalam sel kelamin yang hanya berisi 23 kromosom. Artinya ketika terjadi pertemuan sperma dan ovum maka terjadi penggabungan kromosom menjadi 46 (23 pasang). Angka 23 kromosom ini disandikan dalam Al Quran pada surat Al-Mu’minuun (yang berpendirian teguh/beriman) yang menempati urutan surat ke-23, artinya untuk menyebutkan umat manusia, baik laki-laki atau perempuan, simbolnya adalah angka 23. Jadi maknanya adalah:
1. Setiap manusia yang ‘merasa’ memiliki 23 kromosom pada sel kelaminnya seharusnya menjadi orang-orang yang beriman kepada Allah SWT. Surat ke-23 ini merupakan sifat.
2. Simbol untuk laki-laki dan perempuan adalah sama, yaitu angka 23. Dan surat Al Mu’minuun dimaksudkan untuk laki-laki dan perempuan. Surat yang dijadikan kode bukan surat Al-Insaan (Manusia) yang berada pada urutan 76, sebab Mu’minuun lebih spesifik dibandingkan dengan Insaan. Allah SWT hendak membedakan antara Mu’minuun dengan Insaan. Allah SWT mengajarkan agar Insaan menjadi Mu’minuun.

Manusia tercipta dari percampuran air mani yang dihasilkan/ dikeluarkan oleh laki-laki ketika bersenggama dan perempuan pada masa suburnya. Ini dijelaskan pada surat ke-76, Al Insaan (Manusia).

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat” (QS. Al Insaan : 2).

Air mani yang bercampur maksudnya adalah pertemuan antara sperma dan ovum. Yang terlihat oleh mata adalah air mani berupa cairan sperma dan cairan vagina yang sebenarnya berisi jutaan sperma dan satu ovum saja. Kejadian penciptaan manusia dalam surat ini digambarkan pada ayat ke-14 berikut ini.

“Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik” (QS Al Mu’minuun : 14).

Perhatikan frasa “Kami jadikan dia makhluk yang lain”. Disini berarti Allah SWT membentuk rupa manusia karena Dia-lah Yang Maha Membentuk Rupa (Al Mushowiru). Dengan apa Allah SWT membentuk rupa? Bagaimana mengubah zygot (perpaduan sperma dan ovum) menjadi bayi dan tumbuh dewasa dan menua? Perintah-perintah Allah SWT untuk membentuk wujud manusia ini ditanamkan dalam DNA yang ada dalam kromosom setiap sel. Artinya DNA adalah firman Allah SWT dalam diri makhluk hidup. Kromosom (DNA) adalah cetak biru (blue print) makhluk hidup. Hal ini dijelaskan dalam Al Quran pada surat ke-82, Al Infithaar ayat 8.

“dalam gambar apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu” (QS Al Infithaar : 8).

Kata shuwratin / shuuratin (dengan huruf shod) yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti “bentuk” adalah tepat. Shuwratin dapat berarti gambar atau cetakan atau rancangan, seperti halnya surah (surat) dalam Al Quran (dengan huruf sin), surat-surat ini dimaksudkan sebagai bacaan/tulisan yang menjelaskan atau bacaan/tulisan yang memberikan gambaran. Contoh surat Al-Fiil yang merupakan gambaran tentara gajah yang dhalim, surat Al Mu’minuun merupakan gambaran atau cetakan untuk membentuk orang-orang beriman. Gambaran atau cetakan yang dimaksud adalah DNA manusia, yang tidak lain adalah firman atau kehendak Allah SWT (rancangan) yang ditanamkan dalam sel setiap makhluk.

“Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya” (QS. ‘Abasa : 19).

Kata qaddara yang diterjemahkan menjadi “menentukannya” sebenarnya berarti ‘memprogram’. Artinya Allah SWT memprogram manusia sejak masih berwujud zygot (hasil pembuahan). Dimana rancangan atau program tersebut disimpan? Di dalam DNA yang ada pada sel sperma dan ovum, jadi rancangan atau program makhluk hidup tersebut aktif setelah keduanya bertemu, atau ada kondisi khusus yang Allah SWT kehendaki yang mengaktifkan program tersebut tanpa pertemuan kedua sel tersebut, misalnya pada kasus Nabi Isa as.

Qaddar atau program ini lebih spesifik lagi sifatnya, karena tidak hanya seperti cetak biru, program ini mencakup takdir dan nasib si makhluk tersebut. Jadi benar adanya jika ada yang mengatakan bahwa jika manusia bisa mengaktifkan ‘tombol’ positif dalam dirinya maka gen-gen potensi yang semula tidur bisa bangkit, artinya ‘program’ positif yang memang sudah berada dalam sel akan aktif. Maka benarlah apa yang disebutkan dalam ayat berikut.

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia” (QS. Ar-Raad : 11).

Al Quran yang diturunkan 14 abad yang lalu sudah menjelaskan adanya suatu rancangan atau cetakan dalam penciptaan manusia. Rancangan ini yang kemudian dikenal sebagai DNA (dan RNA).

Sandi Reproduksi Seluruh Makhluk

Reproduksi makhluk adalah proses suatu makhluk berkembang biak. Setiap makhluk hidup akan berkembang biak untuk mempertahankan kelangsungan hidup jenisnya. Untuk dapat berkembang biak maka setiap makhluk Allah SWT membutuhkan pasangan. Hal ini diungkapkan dalam Al Quran dalam surat ke-36, Yaasin, ayat 36.

“Maha Penggerak-lah yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” (QS Yaasin:36).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa pasangan yang diciptakan Allah SWT tidak semata laki-laki dan perempuan. Disini al Quran menggunakan kata azwaaja kullaha yang berarti “berpasangan semuanya” artinya tidak semata laki-laki dan perempuan. Hal ini ditegaskan juga oleh ayat ke-49 surat Azd-Dzaariyaat (51).

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah” (QS Adz-Dzaariyaat : 49)

Kata kulli kurang tepat diterjemahkan “segala” tapi lebih tepat diterjemahkan “setiap” yang maknanya ‘seluruhnya tanpa terkecuali’ yang artinya lebih rinci dibandingkan makna “segala”, dan zawjayni berarti “pasangan dua” alias “saling berpasangan”, sehingga arti per katanya adalah: “dan dari setiap sesuatu Kami ciptakan saling berpasangan agar mereka mengingat”. Jadi disini al Quran menjelaskan bahwa setiap sesuatu berpasangan, tanpa terkecuali.

Pasangan-pasangan ini diciptakan oleh allah SWT salah satu tujuannya adalah untuk berkembang biak. Semula kita mengira bahwa pasangan yang dimaksud adalah pasangan jenis kelamin saja, yaitu laki-laki-perempuan, dan jantan-betina. Ini jelas disebutkan dalam Al Quran.

QS.53-An Najm : 45 “dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan”.

QS.42-Ash Shuraa : 11 “Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan, dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat”.

Jika pasangan hanya diartikan sempit seperti ini maka bagaimana dengan makhluk-makhluk bersel satu seperti bakteri dan virus? Bagaimana juga dengan gunung-gunung, laut, udara, dan tanah? Ilmu pengetahuan modern telah mebuktikan surat Yaasin ayat 36 di atas sebagai berikut.

Pasangan-pasangan yang ditumbuhkan oleh bumi – Gender pada Tanaman

Jika pada manusia dan binatang jenis laki-laki dan perempuan dapat diidentifikasi dengan jelas, maka ternyata pada tumbuh-tumbuhan di bumi juga terdapat jenis kelamin atau gender.

“Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam” (QS. Thahaa : 53).

Terjemahan “berjenis-jenis dari tumbuhan” dari frase azwaajam minnabaatin arti perkatanya adalah ‘tumbuhan berpasangan’. Al Quran sudah menyebutkan bahwa tumbuhan itu berpasangan. Ayat ini mengindikasikan bahwa dari macam-macam tumbuhan yang ada di bumi ada tumbuhan yang memiliki alat reproduksi jantan dan betina dalam satu tumbuhan.

“Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; dan memperkembang biakkan padanya segala macam jenis binatang. Dan Kami turunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan padanya segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik” (QS. Luqman : 10).

Potongan kalimat kulli zawjin kariym diterjemahkan dengan “segala macam tumbuh-tumbuhan yang baik”. Pada penggalan kalimat tersebut tidak ada kata ‘tumbuh-tumbuhan’, terjemahan perkatanya adalah “lalu tumbuhkan darinya setiap pasangan berbeda”. Al Quran menjelaskan bahwa yang ditumbuhkan Allah SWT dari bumi dengan hujan-Nya adalah tumbuh-tumbuhan yang berpasangan dan berbeda-beda, apa maksudnya ‘berbeda’? Maksudnya adalah bahwa tumbuh-tumbuhan tersebut berpasangan tidak dalam satu pohon, jadi ada tumbuhan yang memiliki alat reproduksi jantan dan ada yang memiliki alat reproduksi betina.

Keragaman tumbuhan ini, baik yang alat reproduksi jantan dan betinanya dalam satu pohon maupun yang berbeda, adalah untuk keindahan, dimanfaatkan, dan dipelajari manusia seperti diungkapkan dalam ayat berikut.

“……Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah” (QS. Al Hajj : 5).

Wa an(m)batat min kulli zawjin(m) bahiyjin secara harfiah berarti “dan menumbuhkan setiap pasangan yang indah”. Maknanya adalah bahwa setiap tumbuhan yang tumbuh di bumi adalah berpasangan, baik satu rumah (tumbuhan) ataupun beda rumah. Ilmu pengetahuan modern di bidang botani saat ini mengenal adanya istilah seperti Hermaphrodite, Monoecious, Dioecious, Subdioecious, Polygamy, Diclinous. Pembagian ini berdasarkan kepemilikan alat reproduksi jantan dan betina dalam satu spesies tumbuhan dengan memperhatikan juga individu dari tiap spesies tersebut. Perhatikan juga ayat berikut ini.

“Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan” (QS. Ar Raad : 3).

Perhatikan frase wa min kullits tsamaraati ja’ala fiyhaa zawjaynitsnaini, disini terjemahan harfiah perkatanya adalah “dan dari setiap buah-buahan dijadikan pasangan dua”. Kata tsamaraat yang diterjemahkan ‘buah’ bermakna buah yang lebih luas dalam ilmu bilogi, yaitu ‘yang dihasilkan oleh bunga tumbuhan’ bisa buah yang dapat dimakan dan bisa juga biji untuk ditanam. Buah dalam kelompok yang luas yaitu tsamaraat seperti dijelaskan dalam ayat berikut.

“Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan” (QS An Nahl : 67).

Terjemahan perkata frase pertama ayat tersebut adalah ‘dan dari hasil kurma dan anggur kamu buat darinya memabukkan dan rizki yang baik’. Tsamaraat pohon kurma dan anggur yang memabukkan adalah fermentasi anggur dan kurma. Disini dijelaskan bahwa pada tanaman tingkat tinggi buah itu merupakan hasil dari bunganya. Ilmu botani sudah mebuktikan bahwa dalam biji buah tersebut terkandung gender tanaman induknya, jadi memang tsamaraat itu berpasangan atau memiliki gender di dalam bijinya. Bahkan di beberapa spesies tanaman menghasilkan buah tanpa biji (parthenocarpic fruit), buah pada tanaman ini dihasilkan dari bunga yang mandul (non-fertilized flower), seperti pisang, beberapa jenis nanas, gandum, beberapa jenis jeruk, anggur, dan lain-lain. Karena tanaman-tanaman tersebut tetap memiliki gender atau karakteristik seksual, maka buah-buahan jenis parthenocarpic ini tetap dimasukkan ke dalam buah hasil sexual reproduction.

Sedangkan buah yang dapat dimakan manusia seperti melon, apel, anggur, manggga, jeruk, kurma disebut buah untuk kelompok yang lebih sempit yang dalam Al Quran disebut fawkiha seperti disebutkan dalam ayat 23:19, 55:11, 52:22, 56:20, 55:52, 77:42, 80:31, dan lain-lain.

Pasangan dari diri mereka sendiri – Pasangan dalam Sel Makhluk Hidup dan Senyawa Kimia

Jika pada makhluk hidup tingkat tinggi jelas makna pasangan adalah laki-laki dan perempuan atau jantan dan betina? Bagaimana pada makhluk tingkat rendah yang tidak memiliki jenis kelamin dan bereproduksi secara aseksual, misalnya dengan membelah diri? Jawabannya sudah ditemukan oleh bidang ilmu biologi molekul dan genetika serta ilmu kimia.

Pasangan Basa DNA (dan RNA)

Dalam Wikipedia disebutkan : “Dalam biologi molekuler, dua nukleotida dalam RNA atau DNA yang saling komplementer yang terhubung oleh ikatan hidrogen disebut pasangan basa (bahasa Inggris: base pair sering disingkat bp). Dalam pasangan basa Watson-Crick, adenin (A) membentuk pasangan basa dengan timin (T), sementara guanin (G) dengan sitosin (C) dalam DNA. Pada RNA, timin (T) digantikan oleh uracil (U)”.

Senyawa Kimia dan Teori Asam-Basa

Wikipedia menyebutkan : “Senyawa kimia adalah zat kimia murni yang terdiri dari dua atau beberapa unsur [1][2][3] yang dapat dipecah-pecah lagi menjadi unsur-unsur pembentuknya dengan reaksi kimia tersebut.[4] Contohnya, dihidrogen monoksida (air, H2O) adalah sebuah senyawa yang terdiri dari dua atom hidrogen untuk setiap atom oksigen. Ciri-ciri yang membedakan senyawa adalah adanya rumus kimia. Rumus kimia memberikan perbandingan atom dalam zat, dan jumlah atom dalam molekul tunggalnya (oleh karena itu rumus kimia etena adalah C2H4)”.

Senyawa kimia sebenarnya adalah pasangan atom-atom suatu unsur. Dimana ada unsur yang kelebihan electron (bermuatan negatif) dan ada unsur yang kekurangan electron (bermuatan positif). Misalnya senyawa air H2O terdiri dari 2 atom hydrogen yang kekurangan electron (H+) dan 1 atom oksigen yang kelebihan 2 elektron (O2-). Untuk menjadi netral oksigen harus melepaskan 2 elektronnya dan hydrogen harus menangkap 1 elektronnya maka electron dari oksigen akan ditangkap oleh dua atom hydrogen dan membentuk senyawa air.
Teori asam-basa berbagai ilmuwan sebenarnya juga menjelaskan adanya pasangan dalam setiap senyawa. Teori-teori ini sebenarnya juga menjelaskan pasangan zat atau unsur yang kelebihan dan kekurangan electron Perhatikan teori-teori asam-basa berikut ini.

Arrhenius:
Asam ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion H+. Basa ialah senyawa yang dalam larutannya dapat menghasilkan ion OH-.
Contoh:
1) HCl(aq) –> H+(aq) + Cl-(aq)
2) NaOH(aq) –> Na+(aq) + OH-(aq)

Bronsted-Lowry:
Asam ialah proton donor, sedangkan basa adalah proton akseptor.
Contoh:
1) HAc(aq) + H2O(l) H3O+(aq) + Ac-(aq)
asam-1 basa-2 asam-2 basa-1
HAc dengan Ac- merupakan pasangan asam-basa konyugasi. H3O+ dengan H2O merupakan pasangan asam-basa konyugasi.

2) H2O(l) + NH3(aq) NH4+(aq) + OH-(aq)
asam-1 basa-2 asam-2 basa-1
H2O dengan OH- merupakan pasangan asam-basa konyugasi. NH4+ dengan NH3 merupakan pasangan asam-basa konyugasi.

Lewis:
Asam adalah zat yang dapat menerima electron (akseptor electron) dan basa adalah zat yang dapat memberikan electron (donor electron). Teori ini menyempurnakan dua teori sebelumnya karena menurut sains modern memang electron-lah yang dapat berpindah-pindah, bukan proton.

Pasangan asam-basa ini juga terjadi dalam proses kimia dalam tubuh manusia. Jadi pada makhluk hidup tingkat tinggi “pasangan dua” terjadi secara gender dan dalam tingkat molekular.

QS.41- Fushshilat : 53 “Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Quran itu adalah benar…”

Pasangan dari apa yang tidak mereka ketahui – Kelahiran Materi dalam Fisika Kuantum

Pada tahun 1930 untuk pertama kalinya PAM Dirac memprediksi keberadaan antimateri tepatnya antielektron yakni partikel yang sifatnya persis elektron kecuali muatan listriknya. Setelah prediksi ini dibuktikan secara eksperimental oleh Anderson, maka wacana antimateri terus berkembang dan di kalangan ahli fisika mulai terbangun opini bahwa setiap materi mempunyai pasangan berupa antimateri, misalnya proton mempunyai pasangan antiproton, neutrino dengan antineutrino dan seterusnya. Sifat menarik dari materi dan antimateri ini adalah tatkala keduanya bertemu terjadilah yang disebut pair annihilation (pemusnahan pasangan) dan muncul foton seperti dalam kasus anihilasi elektron-positron. Singkatnya materi akan dimusnahkan oleh antimaterinya dan sebagai gantinya adalah munculnya gelombang elektromagnetik.

Misalnya saja Hidrogen memiliki satu proton yang dikelilingi satu elektron, maka Anti-hidrogen memiliki satu positron (proton bermuatan negatif) yang dikelilingi oleh satu anti-elektron (elektron bermuatan positif). Secara teori tis ilmuwan merumuskan bahwa pada awalnya, setelah terjadinya big bang, jumlah materi dan anti-materi seimbang, dimana ketika kedua partikel ini bertemu akan saling meniadakan satu dengan yang lainnya dan menghasilkan energi yang besar (ledakan dan gelombang electromagnet) yang akan menciptakan partikel-partikel lain yang lebih kecil, karena partikel yang lebih besar cenderung untuk tidak stabil. Simaklah kutipan artikel berikut ini.

Perkembangan ilmu pengetahuan manusia saat ini menyakini bahwa setiap materi ada anti materinya, namun keduanya tidak dapat dipertemukan karena akan saling meniadakan. Beberapa unsur telah dapat di ciptakan anti-materinya secara artifisial oleh manusia, hanya saja membutuhkan biaya yang sangat besar sekali untuk pembuatannya. Keberadaan antimateri ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam surat Adz Dzaariyaat ayat 49 yang menyebutkan:

QS.51-Adz-Dzaariyaat : 49 “Dan setiap sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah”.

Allah SWT menahan dan melepaskan segala karakter benda, termasuk antimateri dalam kendali-Nya, sehingga bumi dan alam semesta ini (materinya) tidak musnah dalam ketiadaan (wallahu ‘alam). Banyak materi di semesta ini yang belum diketahui manusia demikian juga antimaterinya. Jika benar alam semesta terbentuk dari teori materi-antimateri maka akhirnya akan sampai pada pertanyaan siapakah yang mengatur kejadian tersebut sehingga bisa tercipta tatanan yang sangat teratur di semesta yang luar bisa rumit ini? Jawabannya adalah : Allah SWT, Sang Pengatur Yang Maha Teliti.

Segala benda adalah kepunyaan Allah, aku memuji Allah sebanyak bilangan makhluk-Nya.

berbagai sumber

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s