MELAWAN KEANGKUHAN DIRI DENGAN BERDO’A


melawan

Oleh :
Ustadz Aan Chandra Thalib, حفظه الله تعالى

Ada saat dimana kita terlalu bergantung pada kemampuan diri hingga lupa bahwa tangan ini harus ditengadahkan kelangit.
Bukankah Rasulullah shallallahu alaihi senantiasa berdo’a:

اَللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Allahumma Rohmataka Arjuu Fa-Laa Takilniy ILaa Nafsiy Thorfata ‘Aynin, Wa Ashlih Liy Sya’niy Kullahu, Laa Ilaaha Illa Anta”

“Ya Allah! rahmatMu kuharapkan, oleh karena itu, jangan Engkau biarkan aku bergantung pada diriku sendiri walau sekejap mata (tanpa pertolongan dan rahmat dariMu). Perbaikilah seluruh urusanku, tiada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Dawud Ahmad)

Lalu siapakah kita….?
Padahal Allah azza wa jalla telah memaklumkan:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Artinya :

Dan Tuhanmu berfirman “Berdo’alah kalian kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu”. (QS Ghafir: 60)

*****

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s